Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Aksi Ribuan Santri dan Kiai Blokade Polres Bangkalan, Minta Sukmawati di Penjara


Forum Umat Islam Bangkalan Bersatu (FUIBB) memblokade Polres Bangkalan Meminta Sukmawati Segera Di Penjara

BANGKALAN, Madurapost.co.id -Ribuan santri  beserta kiai Se-Bangkalan yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bangkalan Bersatu (FUIBB) memblokade Polres Bangkalan terkait dugaan pelecehan terhadap nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Sukmawati beberapa pekan lalu. Rabu, (27/11/19).

Tindakan membandingkan nabi Muhammad dan Soekarno yang dilakukan oleh Sukmawati menyulut amarah ribuan santri yang berasal dari pesantren yang ada di kabupaten Bangkalan.

Hal itu disampaikan oleh salah satu orator aksi, agar menangkap Sukmawati dan memberikan hukuman yang setimpal atas penistaan agama yang dilakukan.

"Kami meminta pihak kepolisian dapat menjalankan menjalankan tugasnya untuk menyikapi permasalahan yang dilakukan oleh Sukmawati," paparnya.

"Tangkap, adili, dan hukum, karena sudah membuat keresahan," imbuhnya.

Hingga berita ini di naikkan, massa masih melanjutkan aksi di depan polres Bangkalan. (Mp/Sur/Rul)



Sumber :https://www.madurapost.co.id/2019/11/aksi-ribuan-santri-dan-kiai-blokade.html

Posting Komentar

0 Komentar