Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Bersatu Melawan PKI Gaya Baru di Tahun 2020.

FGD PKAD #10: Bersatu Melawan PKI Gaya Baru di Tahun 2020

PKAD—Ideologi komunisme terus bermetmorfosa. Geliatnya tampak saat ini menemukan momentumnya setelah bisa memasuki jajaran pemerintahan. Banyak kalangan merasa khawatir dan resah. Negeri dengan mayoritas Muslim ini tidak ingin mengulangi tragedi kelamnya di bawah bayang kekejian komunisme. Untuk itulah, Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) menggelar Diskusi Online via Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube. Lebih dari 8.100 viewers menyaksikan bersamaan diskusi dengan tema “Bersatu Melawan PKI Gaya Baru di Tahun 2020?”, Sabtu (26/9/2020).


Dr. (Cand) Anton Permana (Tan Hana Dharma Mangrva Institute) mengetengahkan bahwa sejarah PKI sudah final sebagai sejarah kelam bangsa Indonesia.

“Kita tidak ingin terulang lagi. Secara prinsip musuh utama kita PKI gaya baru. Mereka bangkit lagi. Seperti contoh PKI membonceng reformasi dengan meruntuhkan orde baru. Setelah reformasi mereka amandemen UUD, memisahkan TNI POLRI, pisahkan pusat dengan daerah, membuat momok ABRI dan Orde Baru yang menakutkan.


Tak hanya itu, PKI kuasai media dengan sihir liberalisme dan sekularisme sehingga umat ini jauh dari Islam. Gerakannya sistemis masuk ke kekuasaan dengan merubah kurikulum dan secara politik menghegemoni politik. Akhirnya masuk ke istana.


Upaya perlawanan kepada PKI harus dilakukan dengan cara-cara luar biasa.


“Ini tidak bisa ditangani dengan cara biasa. Harus melawan kontra PKI. Lebih berbahaya lagi neo-komunis ada negara induknya yaitu China yang ingin menguasai negara ini. PKI ujung tombak di depan, PKC sebagai bagian global. Adapun di tengah ada proxy yang dibina dan didik di Indonesia,”jelas Anton Permana.


Terdapat tiga usulan untuk melawan neo-PKI di tahun 2020, di antaranya:


1. Penyadaran. Informasi bisa mengendalikan persepsi. Maka tidak boleh kalah dalam perang opini. Dengan RUU HIP dan BPIP menjadi fakta bahwa mereka berupaya mengganti Pancasila.

2. Pemahaman dengan ilmu untuk menghadapi. Bikin pengkaderan, buku, diskusi, dan lain-lain.

3. Mengaktivasi sebuah gerakan yang teritegrasi karena yang dilawan tidak bisa dianggap remeh. Bikin basis dan pertahanan poros gerakan.


Lebih jelas lagi, Pakar Sejarah PKI, Prof. Aminuddin Kasdi membeberkan sejarah kelam PKI. Banyak peristiwa yang.. baca selengkapnya. Page 2

Posting Komentar

0 Komentar