Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

DPP IKAPPI: “Ada Ketidakseriusan Pemerintah Untuk Menstabilkan Harga"



PKAD—Pusat Dan Kajian Analisis Data hadir kembali dalam Insight #132 dengan mengangkat tema unik "Mak Dibikin Geleng - geleng Oleh Minyak Goreng". Sangat menarik khusuanya para ibu untuk mengatur keuangan dengan harga minyak yang selangit. Reynaldi Sarijowan Sekjen DPP Ikatan Pedagang Perdagangan Pasar Indonesia (IKAPPI) menjadi salah satu narasumber.


"Pergantian tahun komunitas pangan mulai naik, permintaan tinggi, harga akan naik", kata Reynaldi mengamati setiap tahun baru harga minyak goreng dan beberapa komoditas lain juga naik.


"Pemerintah tidak bisa melakukan maping", komentar Reynaldi melihat distribusi komoditas yang surplus di daerah tertentu namun kurang di daerah lain. 


"Seharusnya ada subsidi silang",  imbuhnya.


Menurut beliau, pemerintah belum mampu mengintervensi para pengusaha sehingga mampu mengendalikan pasar. Selain itu juga distribusi yang terlalu panjang sebelum masuk ke pedagang pasar berakibat harga juga naik.


"Ada ketidakseriusan pemerintah untuk menstabilkan harga", terangnya. Hal ini karena tiap tahun selalu terjadi lonjakan harga. 


"Menjaga dan saling mengontrol", harap dari Sekjen DPP IKAPPI ini. Beliau berharap kedepanya IKAPPI dilibatkan dalam koordinasi penentuan harga di pasar, sehingga dapat menyiapkan infrastruktur pada akhirnya mekanisme pasar berjalan dengan lancar.[]

Posting Komentar

0 Komentar