Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Umar Syariafuddin Ungkap Gejolak Konflik Kazakhstan



PKAD—"Dan akhirnya kita melihat bahwa tidak ada kemajuan yang signifikan,”ungkap Umar Syarifuddin, Pemerhati Politik Isu-isu Internasional. Kemajuan ekonomi dan politik yang dihadirkan dari rezim Nazarbayev mewarisi Tiran sebelumnya. 


Tambahnya, “Tidak ada yang betul-betul berubah secara drastis. Yang ada adalah kondisi ekonomi Kazakhstan masih saja mundur," ungkapnya dalam live diskusi Insight ke-125 Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD): DI BALIK GEJOLAK KAZAKHSTAN: PEMANTIK PANAS REVOLUSI DUNIA ISLAM, Senin (10/01/2022) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.


Menanggapi konfilk yang tengah terjadi di Kazakhstan, umar menyampaikan yang terjadi di Kazakhstan tidak terlepas dari pertikaian elit politik yang tengah berebut kekuasaan disana. Karena terlihat bahwa kondisi Kazakhstan chaos. Menurut Umar hal ini selalu bermula dari pertikaian berbagai orang-orang yang memiliki kepentingan politik atas wilayah Kazakhstan. 


“Khususnya setelah hampir tiga puluh tahun Kazakhstan dipimpin oleh pemimpin otokratik Nursultan Nazarbayev dan akhirnya dia mengundurkan diri tahun 2019 dan menyerahkan kekuasaan kepada loyalisnya.”


Umar menambahkan, misal melihat pada kenaikan harga bahan bakar gas cair, ini akan menjadi potensi yang sangat besar. Hal yang tidak disangka, awalnya protes itu kecil tetapi akan begitu menjalar dengan cepat. 


Kemudian presiden menuding bahwa ini adalah bagian dari permainan politik yang dilakukan oleh loyalis Nazarbayev. Tetapi yang perlu diingat presiden Kazakhstan bahwa apa yang menjadi keresahan dan kericuhan yang ada di Kazakhstan hari ini ya akumulasi dari penderitaan masyarakat Kazakhstan sendiri. 


“Di mana negara sendiri terjerumus dalam berbagai krisis. Kemudian juga ada kecenderungan pemerintah sendiri menampakan semacam kemitraan yang cukup kuat kepada Rusia,”bebernya.


"Sehingga kebergantungan politik kepada Rusia ini juga mengecewakan bagi masyarakat. Yang diinginkan oleh masyarakat, Kazakhstan khususnya adalah sebuah negara Kazakhstan yang itu mandiri, independen, dan berdikari. Lepas dari bayang-bayang Inggris Rusia maupun hari ini gangguan dari Amerika Serikat. 


“Itu yang saya baca dari kekisruhan politik yang ada di Kazakhstan hari ini. Ini adalah kericuhan yang berulang dari 10 tahun yang lalu itu juga pernah muncul ya kan. Kericuhan besar dan menjalar tetapi tiba-tiba hilang lagi," ungkap Umar.

Posting Komentar

0 Komentar