Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Ulama Aswaja Surabaya Timur : Tolak IKN, Jakarta Adalah Momen Sejarah Umat Islam Warisan Sunan Gunung Jati

Ulama Aswaja Surabaya Timur : Tolak IKN, Jakarta Adalah Momen Sejarah Umat Islam Warisan Sunan Gunung Jati


Menyikapi pengesahan UU IKN 18 Januari 2022, Ulama Aswaja Surabaya yang diwakili oleh Ustadz Puji Widodo menyatakan penolakan terhadap IKN karena Jakarta merupakan momen sejarah umat Islam warisan Sunan Gunung Jati.


"Konsentrasi pada yang urgent" tutur beliau untuk menggambarkan ada yang lebih penting dan mendesak dari pada IKN. 


Ustadz Puji menyampaikan bahwa pengesahan RUU IKN menjadi UU IKN " Merupakan bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh DPR terhadap akad wakalah (perwakilan) dengan rakyat. Hal ini dikarenakan rakyat tidak pernah mewakilkan RUU IKN ini untuk disahkan.


"UU IKN sangat berpotensi menyengsarakan rakyat", tegasnya. Beliau melihat pembiayaan IKN akan memperberat beban ekonomi.


Jakarta berasala dari "Jaya Karta" yang artinya adalah kemenangan yang nyata atau Sempurna, ungkap beliau.


"Wujud rasa syukur dengan menjaga Jakarta", tambahnya. Hal ini karena Jakarta hasil perjuangan dari Sultan Fatahilah atau Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.


Oleh karena itu, Ulama Aswaja Surabaya Timur menyatakan bahwa, pertama "Pemindahan IKN wajib ditolak".


Kedua, "UU IKN wajib dibatalkan". Selanjutnya yang ketiga, "Wajib dijaga persatuan agar tidak mudah diadu domba".


Keempat, "Bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan Islam". 


kelima, "Bangsa Indonesia benar - benar menjadi bangsa yang merdeka, maju, kuat dan jaya hanya dengan Islam".


Beliau menutup dengan harapan dukungan semua elemen masyarakat untuk keberhasilan agenda penolakan IKN ini.

Posting Komentar

0 Komentar