Oleh : Santy Al Mustaniroh
Indeks kualitas udara sejumlah wilayah di sumatera dan Kalimantan akibat karhutla dilaporkan pada fase membahayakan yang berdampak pada kesehatan warga secara serius. Maka dari kondisi tersebut bagi kelompok rentan yang punya penyakit bawaan seperti asma menjadi sangat berbahaya bagi kesehatannya, kemudian terus bermunculan kasus-kasus warga yang kehilangan nyawa diduga akibat asap, contohnya pengemudi ojol di sumatera selatan dan guru di Kalimantan Selatan yang diduga tiba-tiba sesak nafas dan akhirnya meninggal. Dampak dari karhutla selain kualitas udara buruk, ada sisi lain yaitu mata pencahariannya, air bersih dll sulit didapat, bahkan ada yang gagal panen. Maka Pemerintah dianggap kurang serius dalam memadamkan api dan menindak pengusaha yang membuka lahan dengan membakar, akhirnya rakyat Kalimantan dan sekitarnya yang kena dampak.
SOLUSI PRAGMATIS
Kejadian karhutla selama empat bulan dampaknya terus menerus dan serius terutama berdampak buruk pada kesehatan bahkan berisiko hilangnya nyawa, karena asapnya yang tebal dan mengandung udara yang tidak aman bagi pernafasan manusia jika terus menerus dihirup dalam jangka waktu yang lama akan menggangu kesehatan, untuk itu masyarakat mendesak pemerintah melakukan langkah dan tindakan yang serius untuk menanganinya. Fakta lain ada konten kreator yang memberitakan karhutla justru mendapatkan teror agar tidak meviralkan dan menyebarkan kepada masyarakat dengan alasan bisa membuat gaduh dan panik masyarakat, karena dinilai karhutla sudah hal yang lumrah, terjadi setiap tahun, tidak perlu dibesar-besarkan beritanya. Sebagian masyarakat hilang rasa kemanusiaan dan empatinya kepada warga Kalimantan dan sekitarnya. Ditambah negara telah gagal melindungi keselamatan masyarakat yang terdampak karhutla. Selain itu kebijakan pengelolaan hutan dalam sistem sekuler kapitalis membawa petaka lingkungan, ekonomi dan kesehatan, karena tidak mempertimbangkan dampak ekosistem lingkungan, yang diutamakan keuntungan sebesar-besarnya, maka wajar jika terjadi karhutla dianggap biasa, nantinya juga akan padam sendirinya tanpa harus bersusah payah mengeluarkan tenaga, pikiran bahkan uang untuk menanganinya. Ini adalah mental yang nirempati dan tidak bermoral sebagai pemimpin yang harusnya bertanggung jawab terhadap urusan rakyatnya, rakyat dibutuhkan suaranya saat pemilihan umum, selesai pemilihan yang diperjuangkan kepentingan sendiri, partai dan kroninya. Ditambah tidak ada sanksi yang tegas untuk yang melakukan pembakaran hutan, padahal telah melakukan secara berulang.
SOLUSI ISLAM
Dalam Islam kesehatan adalah hak dasar yang wajib dijamin oleh negara, terlebih dalam kondisi darurat karhutla, maka penanganan kesehatan harus menjadi prioritas, karena syari'at menetapkan negara sebagai raa'in dan junnah, untuk pelaksanaannya harus maksimal. Ditambah penerapan sanksi dalam sistem Islam sangat tegas dan sesuai dengan syari'at. Untuk penanganan karhutla Islam mengambil kebijakan preventif akan menindak tegas dengan hukuman ta'zir bagi pelaku bakar hutan sengaja, hutan milik umum dikelola oleh negara, menyiapkan teknologi early warning, budaya ihyaul mawat, melarang ihtikar lahan, sedangkan langkah kuratif dengan tanggap darurat kesehatan, seperti evakuasi kelompok rentan, memberikan layanan kesehatan gratis, lockdown asap. Selain itu individu didorong untuk stay di dalam dan tutup celah, perbanyak thaharah, konsumsi imun booster halal, tawakal dan doa. Pemulihan pasca karhutla kaffarah ekologi bagi pelaku dengan wajib reboisasi 10 kali lipat, diyat kesehatan jika ada yang meninggal akibat karhutla. Jika syari'at Islam diterapkan akan memberikan keadilan dan pemimpin bisa amanah, karena ketakwaan individu, karena akan dimintai pertanggungjawaban kepada Allah SWT.
Umat sangat membutuhkan khilafah yang akan menerapkan Islam kaffah, karena karhutla akan diselesaikan dengan syari'at Islam melalui akarnya dicegah dengan hutan dikelola negara, sanksi pelaku karhutla akan dihukum yang memberikan dampak efek jera, dan rakyat akan dilindungi dengan layanan kesehatan gratis.
Rasulullah Saw bersabda
*إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ*
Artinya:
Sesungguhnya pemimpin (Imam/Khalifah) itu adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.
(HR. Bukhari & Muslim)
Wa Allahu a'lam bi showab


0 Komentar