Kementerian pendidikan palestina pada Rabu 7 Oktober 2026 merilis data sebanyak 20.748 pelajar palestina dan 1.058 tenaga pendidikan serta administrasi tewas di jalur Gaza dan tepi barat selama tiga tahun berlangsungnya konflik. Dalam periode yang sama, pasukan dan warga Israel meningkatkan serangan di tepi barat, mengakibatkan Sebanyak 1.210 warga Palestina tewas, sekitar 13.350 lainnya terluka dan lebih dari 24.600 orang di tahan. Kebiadaban dan kekejaman Israel masih terus berlangsung tanpa bisa dihentikan oleh lembaga internasional seperti PBB bahkan dunia internasional memberikan kecaman dan sorotan tajam terkait tindakan zionis yang brutal dan sistematis, juga telah melanggar hak asasi berat terhadap warga sipil, jurnalis, nakes dll. Israel telah melakukan genosida legal dengan dukungan negara ideologis yaitu Amerika dan sekutunya. Sungguh pembunuhan dan penjajahan tidak boleh kita biarkan dengan berdiam diri apalagi hanya menjadi penonton saja. Perlu upaya untuk membuka kesadaran melawan kejahatan zionis Israel.
![]() |
| Ilustrasi pemukim Israel serbu Masjidil Aqsa di bawah perlindungan polisi. Foto: Anadolu Agency |
PERLAWANAN OPINI
Jumlah umat Islam sedunia kurang lebih 2M tapi seperti buih ditengah lautan tidak berdaya menolong saudara muslim yang ada di Palestina, padahal jumlah warga Israel yang sedikit tidak sebanding dengan penduduk muslim, ini bisa menjadi muhasabah bersama kenapa kekuatan umat Islam tidak bisa bersatu dan melawan serta mengusir Israel dari bumi syam. Ditambah serangan, penembakan, pengeboman dilakukan zionis Israel secara brutal dan sengaja untuk tujuan genosida dan perampasan wilayah Palestina agar mudah untuk menguasainya. Paradigma terhadap perang kepada negara kafir adalah penjajahan, sehingga bentuk perlawanan yang harus di opinikan adalah perlawanan fisik dengan mengangkat senjata yang canggih atau super canggih untuk perang melawan zionis Israel. Kemudian pelajar dan sekolah yang seharusnya dilindungi justru menjadi sasaran serangan, karena Israel dalam melawan dan mengusir warga Palestina melakukan tindakan yang tidak mematuhi aturan yang dibuat oleh PBB, termasuk menggunakan senjata yang dilarang PBB seperti bom dengan hulu ledak dahsyat, fosfor putih, DIME, bagi Israel larangan ini tidak dihiraukan, justru jika ditaati akan mempersulit Israel untuk cleansing warga Palestina secara cepat. Hal ini menjadi salah satu bukti kejahatan perang Israel yang sungguh diluar nalar batas kemanusiaan manusia, sulit dipercaya ada manusia kebiadaban dan kekejamannya melebihi makhluk ciptaan Allah SWT yang lain yaitu binatang. Berarti Israel tidak perlu jalur diplomasi di meja perundingan untuk menghentikan zionis Israel tapi bahasa perang yang bisa dipahami Israel dan membuat gentar, takut. Selain itu para pemimpin negara adidaya, lembaga internasional dan penguasa negeri-negeri muslim tak berdaya atau gagal menghentikan kejahatan tersebut. Yang mendesak dibutuhkan kekuatan melawan Israel adalah kekuatan global baru yang mampu membebaskan Palestina, yaitu sebuah negara ideologis yang setara pengaruh dan kekuasaan yang selama ini menjadi pelindung Israel. Negara ideologis ini harus diperjuangkan ada ditengah-tengah umat Islam.
PERLAWANAN ISLAM
Untuk menghadapi zionis Israel tidak cukup seruan perundingan gencatan senjata, jalur diplomasi, kecaman, solusi dua negara, BOP dll, karena terbukti telah gagal. Islam punya paradigma sendiri tentang perang, dalam ideologi Islam perang adalah jihad ofensif yaitu perang untuk perlawanan fisik menggunakan senjata yang bisa menggentarkan musuh, sehingga dalam sistem khilafah bahwa jihad fii sabilillah adalah untuk membebaskan manusia dari kekufuran bukan untuk penjajahan apalagi genosida. Maka jihad merupakan metode khilafah untuk menyebarkan Islam serta juga wajib dilakukan untuk melawan penjajahan dan membela kehormatan kaum muslimin dari negara-negara kafir yang memusuhi umat Islam. Ditambah syari'at Islam terkait perang atau jihad akan melindungi warga sipil, perempuan, anak-anak dan lansia, berbeda dengan Israel yang justru sebaliknya membantai, mentarget, membunuh, menyiksa, menahan anak-anak, perempuan dan lansia warga Palestina. Syari'at Islam terkait perang menunjukkan kemuliaan Islam, keadilan, kehormatan hukum Islam terhadap kemanusiaan. Maka penting sekali menegakkan khilafah sebagai kekuatan global umat Islam untuk menghentikan kejahatan perang zionis Israel dan negara-negara kafir, hanya itu satu-satunya solusi seperti di masa Umar bin Khattab, Shalahuddin Al Ayyubi, mereka adalah teladan pemimpin dan panglima perang dalam membebaskan palestina dari penjajahan negara kafir. Khilafah akan menjalankan misi dakwah untuk menebar Rahmat bagi umat manusia seluruh dunia dan khilafah tidak hanya dibutuhkan oleh umat Islam tapi urgen untuk membangun peradaban manusia yang mulia.
Allah SWT berfirman
*وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ*
Artinya:
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.(QS Al Anbiya 107)
Solusi tuntas dan sistematis untuk membebaskan Palestina adalah dengan jihad ofensif untuk mengusir zionis Israel dari bumi syam, serta khilafah adalah kesatuan umat Islam dalam ikatan akidah dan ukhuwah tauhid, termasuk kekuatan global yang bisa menandingi negara ideologis kapitalisme. Dengan mengupayakan keduanya kemuliaan umat Islam bisa diraih dan Allah SWT ridho, sehingga pertolongan dan keberkahan akan turun dari langit.
Allah SWT berfirman
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Artinya:
Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.(QS Al A'raf 96)
Wa Allahu a'lam bi showab
Santy Al Mustaniroh


0 Komentar