Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Helikopter Jatuh di Tasikmalaya, Anggota DPR RI Dilarikan ke Rumah Sakit


Sebuah helipokter mendarat darurat di Kampung Peuteuy Jaya, Desa Jaya Ratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (16/3/2019) sore.
Video pasca-terjatuhnya pesawat diunggah oleh akun Facebook Angkasa Aviapedia pada Sabtu (16/3/2019).
Tampak helikopter berwarna biru terperosok dan terlihat rusak di beberapa bagian.
Terdengar suara perekam yang mengatakan bahwa empat penumpang dilarikan ke Rumah Sakit SMC Singaparna untuk mendapat perawatan.
"Info sementara empat orang dilarikan ke Rumah Sakit SMC Singaparna. Tiga luka berat dan satu luka ringan. Kami sedang di TKP," ujar perekam video tersebut.
Helikopter bertipe BO105M PK-EAH adalah milik PT Air Transport Service yang terbang dari Bogor menuju Tasikmalaya.
Humas Kantor SAR Bandung Josuha Banjarnahor melalui Kompas TV menyebutkan kini para petugas sedang melakukan evakuasi.
Ia mengatakan helikopter awalnya menabrak tebing hingga harus mendarat darurat.
Berikut identitas korban:
1. Capt Fuad Humran, (Pilot) Luka ringan
2. Agung Raharja, (Co pilot) Luka berat
3. Bapak Suharso, (Penumpang) Luka berat
4. Ibu Tuty, Perempuan (Penumpang) Luka berat. (K106-15)
Pantauan di lokasi, saat ini Tim SAR tengah mengevakuasi helikopter. Warga berkerumun di lokasi kejadian.
"Seluruh korban dibawa ke RS SMC Tasikmalaya," kata Joshua.

Posting Komentar

0 Komentar