Home

News update : FDMPB—Upaya konstruksi sejarah Islam di Nusantara kini menemukan momennya. Apalagi bersamaan dengan peringatan Tahun Baru Hijriyah 1442 H. Kajian mendalam dan kritis ini mendapat perhatian luas. Khususnya dari Intelektual Muslim Indonesia yang berhimpun dalam Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB). Akhirnya, FGD Online kelima diadakan Sabtu (29/8/2020) Pukul 08.00-11.30 WIB. Menghadirkan Intelektual yang berkompeten dibidangnya, di antaranya: Prof Dr-Ing Fahmi Amhar (Cendekiawan Muslim dan Peneliti), Dr Ahmad Sastra, MM (Dosen Filsafat Pascasarjana UIKA Bogor), Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA. (Guru Besar Pemikiran Islam UIN Ar Raniry Aceh), Drs. Moeflich Hasbullah, MA (Sejarawan Muslim dan Dosen), Rachmad Abdullah, S.Si, M.Pd (Sejarawan dan Penulis Buku Trilogi Revolusi Islam), dan Septian AW (Sejarawan Muda Komunitas Literasi Islam). Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Terjadi Penembakan Brutal pada Jama'ah sebelum Sholat Jumat di dua Masjid Selandia Baru


Beberapa korban tewas di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3), ketika seorang pria bersenjata menembaki jamaah, kata polisi.
Media lokal melaporkan bahwa sebanyak enam orang tewas, dan kota itu diblokade karena polisi memburu seorang “penembak aktif”, AFP melaporkan pada hari Jumat (15/3), tetapi belum ada konfirmasi resmi mengenai korban.
Saksi mata mengatakan kepada media setempat bahwa seorang pria berpakaian militer, pakaian loreng, dan membawa senapan otomatis telah menembak secara acak di Masjid Al Noor di Hagley Park.
Penembakan kedua juga terjadi di sebuah masjid di pinggiran Linwood.
Polisi mengatakan mereka telah menahan seorang pelaku, namun masih ada pelaku lain yang terlibat dan memperlakukannya dengan status “penembak aktif”.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan duka cita bagi para korban dan meminta masyarakat untuk tetap di dalam ruangan.
“Banyak dari mereka yang akan terkena dampak langsung dari penembakan ini, mereka para migran yang datang ke Selandia Baru, mereka bahkan mungkin menjadi pengungsi di sini. Mereka telah memilih untuk menjadikan Selandia Baru sebagai rumah mereka, dan itu adalah rumah mereka,” katanya.
“Harap tetap terkunci. Kami masih berpotensi menghadapi situasi yang berkembang,” tambahnya.[]
Sumber AFP/MU

Posting Komentar

5 Komentar

  1. Astagfirullah.. Subhanallah.. Biadab.. Real Teroris.. Laknatullah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah Memberikan tempat kembali terbaik dijannahNya bagi para korban

      Hapus
  2. Semakin meyakinkan perjuangan utk menegakkan syariah dan khilafah.
    Karena hanya khilafahlah yg mampu melindungi dan menjamin keamanan kaum muslimin.

    BalasHapus
  3. khilafah perisai terbaik umat muslim

    BalasHapus
  4. Ya Allah.. kami rindu Pemimpin yang benar2 bisa melindungi umat Islam, Semoga Khilafah segera tegak.. Aamiin

    BalasHapus