Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Ribuan Kaum Muslimin Berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi Menuntut Sukmawati di Adili


Aliansi Umat Islam (AUI) Jawa Timur menggelar aksi damai bela Nabi di depan Gedung Grahadi Surabaya pada Jum'at 29 November 2019. AUI Jawa Timur menyampaikan 8 tuntutan kepada Polri dan Pemprov Jawa Timur atas dugaan kasus penistaan agama oleh Bu Sukmawati.

Diterima oleh perwakilan Kesbangpol Pemprov Jatim dan Perwakilan Mapolresta Surabaya, di Gedung Negata Grahadi Surabaya. Aliansi Umat Islam Jawa Timur dengan Jubir Slamet Sugianto bersama perwakilan Ormas Islam Jawa Timur Menyampaikan 8 tuntutan sebagai berikut:

1. Menuntut proses hukum seadil-adilnya atas kasus dugaan penistaan agama oleh Sukmawati.

2. Mendorong agar Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk meminta keterangan khususnya fatwa keagamaan kepada MUI, ahli bahasa, dan ahli pidana atas kasus yang menimpa Sukmawati. 

3. Mendorong agar Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib bertindak gesit karena kasus ini memiliki resonansi yang magnitudenya berdampak tuas.

4. Menuntut kasus ini tidak boleh berhenti di tengah jalan baik atas dalih perdamaian, apalagi beragumen tidak ditemukan cukup bukti. Perkara ini sudah diketahui secara tuas, publik tak mungkin percaya jika Kepolisian Negara Republik Indonesia akhirnya menutup perkara hanya berdalih tidak ditemukan cukup bukti. 

5. Meminta semua pihak agar tunduk dan mengikuti proses persidangan yang terbuka untuk umum agar hakim secara merdeka memberi pertimbangan dan memutus perkara dengan seadil-adilnya. 

6. Meminta kepada Gubernur Jawa Timur dengan kewenangannya untuk mendorong proses hukum seadil- adilnya sesuai dengan aspirasi masyarakat yang berkembang. 

7. Menuntut kepada para pengambil kebijakan agar tidak lagi memberi ruang dan tegas kepada para pihak yang melakukan penistaan terhadap Allah swt Rasulullah SAW dan ajaran Islam. 

8. Menuntut kepada para pengambil kebijakan agar tunduk dan patuh kepada seruan Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai bentuk pertanggung  jawaban kelak di yaumit akhir.

Simak videonya berikut :


Baca juga:
1. Perwakilan Masa Aksi Diterima Pihak Pemprov Jawa Timur

Posting Komentar

0 Komentar