Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Dr. Masri : Dalam Islam Tidak Ada Periodesasi, Selama Amanat, Kenapa Harus Diganti?

 FGD #26 PKAD, Dr. Masri : Dalam Islam Tidak Ada Periodesasi, Selama Amanat, Kenapa Harus Diganti?



PKAD—Wacana Jokowi-Prabowo dan 3 periode menuai respon dari berbagai kalangan. Salah satunya, DPP partai dakwah republik indonesia (PDRI), Dr. Masri Sitanggang. Ketidaksetujuannya itu sebetulnya dalam prespektif Islam tidak mempedulikan periode. 


“Khalifah nggak ada periodesasinyakan. Yang penting amanatnya dijalankan. Mau periodenya berapa kali terserah. Jadi kalau nggak amanah ya sudahlah,”ungkapnya di FGD #26 Pusat Kajian dan Analisis Data, Sabtu (26/6/2021).


Bukan masalah pada berapa lama periode menjabat, kata Dr. Masri, tetapi bagaimana menjalankan pemerintahan ini sesuai dengan amanah. Justru jika amanah maka harus dipertahankan, tidak perlu diganti. Ibarat sopir mobil. Ketika si supir bagus menyetirnya, membuat nyaman dan senang, tentu tidak akan diganti. Sebaliknya, lain cerita jika si supir tadi ugal-ugalan dan tidak bisa diingatkan, maka akan diminta untuk ganti yang lain. 


Tambhnya, “Kita berjuang untuk Merdeka. Setelah Merdeka ingin berkuasa. Setelah berkuasa kita ingin mempertahankan kekuasaannya”. Beliau ingin gambarkan beginilah sejatinya yang terjadi saat ini. Bagus, namun jika tidak dilandasi dengan nilai yang benar maka akan rusak. Terlebih di Indonesia memiliki perundang-undangan sehingga tidak boleh bertentangan dengan nilai itu. 


Sebab menurutnya, di Indonesia sudah diatur mengenai batasan periode kepemimpinan. Sangat tidak baik jika mencoba menerobos peraturan tersebut demi kepentingan kekuasaan segolongan pihak.


“Tapi sisi lain kan, ada juga aturan yang menetapkan tidak boleh 3 periode. Masa iya gara-gara itu dirubah aturannya. Kan gak bener itu. Jadi kekuasaan dipergunakan sedemikian rupa untuk mengutak atik aturan perundangan undangan yang sudah kita sepakati”, protesnya.


Sungguh disayangkan wacana ini ternyata menyalahi peraturan yang sudah ditetapkan. Jadi wajar mendapatkan banyak respon yang keras. FGD secara virutal melalu kanal zoom meeting, juga disiarkan secara live streaming melalui channel youtube PKAD. Dihadiri oleh beberapa tokoh lain yang juga ikut mengkritisi wacana presiden 3 periode. 


Harapan dari diskusi ini memunculkan edukasi dan gerakan bersama. Khusunya agar selanjutnya yang mempimpin negeri lebih amanah menjalankan tugasnya. Tidak haus untuk sekedar memenuhi keinginan berkuasa semata.[AP]

Posting Komentar

0 Komentar