Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Hukum Syariat Dalam Menangani Wabah, Inilah Penjelasan Ulama Aswaja

 


PKAD— Insight #42 “LONJAKAN COVID-19: BAGAIMANA IKHTIAR SOLUSI HUKUM, SAINS, DAN ISLAM?” iadakan secara virtual melalui zoom meeting. Juga live streaming melalui channel youtube PKAD. Rabu (30/6/2021) hadir sebagai narasumber, Ulama Aswaja Nusantara, Kyai Syamsudin Ramadhan An-Nawy.


Islam tak sebatas ritual. Solusinya pun fundamental dalam mengatasi pandemi. Sudut pandang aqidah Islam menjadikan solusinya menuntaskan. Kyai Syamsudin menegaskan saat terdengar wabah di suatu tempat, maka lockdown atau karantina wilayah. Beliau lalu mengutip sabda Rasulullah SAW:


فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ


Jika kalian mendengar tha’un di suatu negeri, janganlah kalian mendatanginya, dan jika tha’un terjadi di suatu negeri sedangkan kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar melarikan diri darinya”.[HR. Imam Bukhari dan Usamah bin Zaid ra]


Tambah kutipnya menjelaskan bahwa Al-Mubarafuriy, di dalam Kitab Tuhfat al-Ahwadziy bi Syarh Jaami` al-Tirmidziy, dinyatakan jumhur ulama berpendapat bahwasanya orang yang berada di daerah wabah diharamkan keluar dari daerahnya, sedangkan orang yang berada di luar wilayah wabah diharamkan memasuki daerah wabah. 


Kembali, kyai Syamsudin menegaskan “Negara harus memberikan informasi akurat kepada masyarakat tentang hakekat covid-19. Edukasi masyarakat untuk menyikapi wabah sesuai dengan ‘aqidah dan syariat Islam.”


Berikut langkah yang bisa ditempuh:


(1) menyakini bahwasanya semua musibah terjadi atas ijin dari Allah swt; 

(2) meminta penduduk untuk melipatgandakan ketaatan dan tawakal kepada Allah swt.  

(3) tha’un merupakan rahmat bagi orang beriman, dan mukmin yang meninggal karenanya diberi pahala syahid, 

(4) Meminta masyarakat banyak berdoa, dzikir, munajat, dan taqarrub ila al-Allah. Pasalnya hal ini adalah hiburan dan obat yang terus diasupkan kepada kaum Muslim yang berada di wilayah wabah.



“Pemerintah harusnya lebih fokus pada penguatan imunitas masyarakat dengan memberikan suplemen peningkat imunitas. Mensuport masyarakat dengan obat-obatan yang bisa meredakan gejala covid, secara gratis atau dengan harga murah dan terjangkau,”tandasnya.


Selain itu, “Tidak memberikan informasi berlebih-lebihan tentang covid, yang justru membuat masyarakat takut, gelisah, depresi, dan ansitas berlebihan hingga bisa menurunkan imunitas mereka.”


Tambahnya lagi, “Masyarakat memahami dan mematuhi kaedah dlarar; yang sakit mengisolasi di rumah atau rumah sakit. Sedangkan yang sehat atau yang berada di daerah steril tetap beraktivitas secara normal, sehingga bisa menopang kebutuhan wilayah pandemi.”


Alhamdulillah acara lancar. Mampu menjadi pusat perhatian dan topik bahasan yang mencerdaskan. Sekaligus memberi solusi dari sudut pandang hukum, sains, dan Islam.[]

Posting Komentar

0 Komentar