Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

INSIGHT #50 PKAD: “MAU SEKOLAH MASIH WABAH. SOLUSINYA BAGAIMANA?”

 


PKAD—Miris saat ini sistem pendidikan menjadi dampak terbesar dari pandemi. Di sisi lain pembangunan karakter siswa yang berakhlak mulia perlu diperhatikan. Mampukah sistem pendidikan ala pandemi ini menjawab kekhawatiran lost generation di masa mendatang.


“Karakter anak tidak tergantung guru, tapi juga orang tua dan masyarakat ikut andil dalam membangun karakter” Tutur Dr Hafidz Widodo, S.Pd, M.Pd, dalam mengisi [Live] Insight #50 Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) (19/07/2021). 


Dosen Pendidikan Luar Sekolah di Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa ini pun menambahkan bahwa pendidikan luar sekolah saat ini berperan sangat penting, hal ini dikarenakan anak akan belajar langsung dari lingkungannya yang hakiki. Yakni keluarga. Pada dasarnya peran sekolah hanya membantu, tugas utamanya adalah orang tua.


Pro-kontra akan pembelajaran tatap muka dikala pandemi ini menjadi perhatian serius. Bukan hanya bagi sekolah sebagai penyelenggara saja. Namun bagi guru belajar secara daring ini tidak lebih hanya sebatas transfer of knowledge. Tidak ada kontrol sikap dan keterampilan yang dapat dinilai dari siswa. Hal ini disampaikan Hafidz disela-sela diskusi virtual yang bertemakan “MAU SEKOLAH MASIH WABAH. SOLUSINYA BAGAIMANA?”


Tidak hanya Hafidz, hadir pula narasumber M. Romadhon, S.Pd yang menyatakan bahwa untuk mengubah karakter tidak bisa tergantikan oleh canggihnya teknologi, tetapi harus pula diadakan pembelajaran tatap muka yang keefektifan tidak bisa dipungkiri. 


“Disisi lain seorang guru pun harus meningkatkan kreativitas dan kompetensi dalam menghadapi segala permasalahan anak”, ungkap guru dari bengkel inspirasi dan edukasi. 


Dalam hal belajar anak sampai dengan dewasa, semakin tinggi usianya maka semakin tinggi pula tingkat kemandirian dalam belajar. Saat tingkat sekolah dasar masih tergantung kepada orang tua. Bukankah hal ini bernilai tinggi dihadapan Allah karena kesabaran, keuletan hati yang legowo dalam membinanya. 


Anggi Afriansyah, S.Pd., M.Si. sebagai Peneliti Sosiologi Pendidikan-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang menjadi salah satu narasumber pun mengungkapkan bahwa “pendidikan sebagai ekosistem saat pandemi ini tidak berjalan. Sehingga perlu diadakan asasment dari sekolah yang harus bersiap dengan segala infrastrukturnya. Lalu pengajarnya yang kompeten. Kesiapan orang tua dan anak dalam pembelajaran tatap muka atau jarak jauh. 


Dengan demikian ini adalah PR bersama untuk mengatasi potret buram pendidikan kala pandemi yaitu permasalahan guru yang kurang kompeten, peran tanggung jawab orang tua dalam mendisiplinkan anak dalam pembelajaran dengan segala keterbatasannya.Diskusi yang diadakan pusat kajian dan analisis data dalam chanel YouTubenya ini pun berjalan dengan sukses dan lancar.

Posting Komentar

0 Komentar