Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Rencana Pindah IKN, M Hatta: “Setengah Matang Saja Belum”



PKAD—"Jauh panggang dari api harapan keadilan ekonomi", begitulah closing statement yang diungkapkan oleh Muhammad Hatta, S.E, M.Si (Pemerhati ekonomi) dalam Insight#123 Pusat Kajian dan Analisis Data Senin (5/1/2022). Bertema "Ibu Kota Baru Plesiran ke Kazakhastan : Miskin Inovasi?"


"Setengah matang saja belum", itulah ungkapan beliau untuk menanggapi fakta perpindahan IKN yang secara ekonomi konsepnya belum matang. 


Beliau memaparkan bahwa biaya perpindahan IKN sebesar 500 Triliun, 19,2% berasal dari pemerintah, 56% badan usaha, sisanya 24,8% swasta. Sedangkan swasta sendiri provit oriented. Jauh pertimbangan untuk membangun bangsa.


"Pindah tempat, berbeda dengan memindahkan kemakmuran dan kesetaraan", ujarnya. 


Beliau menambahkan fakta jumlah uang 90% di Bank DKI Jakarta akan tetapi pengangguran dan kemiskinan tidak selesai. Seharusnya pemerintah lebih serius lagi dalam pemindahan IKN bagi keadilan Indonesia, tegas beliau.


"Tahun 2021 uang Indonesia sebanyak 564 triliun, 95% dikuasai oleh rekening 1-5 M keatas", ungkap beliau. Saluran distribusi keadilan ekonomi hanya di kuasai segelintir orang.


Adapun pihak yang diuntungkan dengan perpindahan IKN diantaranya mereka yang memiliki tanah di IKN baru dan yang memiliki proyek misalnya penyedia air baku di Kaltim.


"Terjadi oportunity lost ", kata beliau dalam menanggapi kerugian jika IKN tetep dilaksanakan. Ketika terjadi oportunity lost maka rakyat lagi yang akan menanggung. Harapan beliau kita harus mencerdaskan masyarakat mengenai hal ini agar tidak menerimanya.


Saluran distribusi keadilan ekonomipun harus diatur untuk orang miskin, jika tidak maka tidak akan pernah terjadi keadilan ekonomi. "Jauh panggang dari api harapan keadilan ekonomi ".


Acara diskusi ini mendapat antusias luar biasa. Pemirsa pun bisa mengambil pelajaran penting dari ramai dan diuh isu Perpindahan Ibu Kota Negara baru oleh rezim Jokowi.[]

Posting Komentar

0 Komentar