Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Ambruknya Kapitalisme (Refleksi saat Ekspo Rajab 1443H Jatim)

 


Jatuh bangunnya suatu negara dan suatu kaum, Alloh SWT pergilirkan di antara manusia di muka bumi. Sepanjang linimasa pra-sejarah dan sejarah manusia, berbagai umat dan peradaban telah menghiasi alam dunia dgn segala dinamikanya.


Mesopotamia, Babylonia, Persia, Romawi, Khilafah Islamiyah sampai Sosialisme-Komunisme dan Sekulerisme-Kapitalisme. Francis Fukuyama mengklaim kapitalisme sbg 'the end of ideology' dan 'the end of history'. Benarkah demikian.


Ambruknya ideologi dan negara superpower Uni Soviet dgn separatisme dan ambyarnya negara2 satelit Uni Soviet yg sebagian besarnya tersebar di Eropa Timur msh mnjadi kenangan kolektif global yg dramatis.


Saat ini, kapitalisme sekuler msh meng-hegemoni dunia dgn segala kedzaliman yg norak.n yg norak. Berbagai bidang kehidupan telah berlepotan dgn residu dan limbah kapitalisme yg dibungkus dgn bedak demokrasi.


Secara politik, tumbuh suburnya kekuatan oligarki sbg shadow power, kekuatan bayangan, merata di seluruh dunia. Represifisme, hight politic cost, money politic, fenomena korporatokrasi dan semacamnya adalah potret buram politik demokrasi.


Secara ekonomis, utk eksisnya negara kapitalis, metodenya adalah kolonialisme-imperialisme. Perampokan sumber daya alam negara2 lemah terjadi di berbagai belahan dunia. Manipulasi undang2 pro pengusaha semakin mencekik rakyat. Perilaku2 penjahat ekonomi sbg 'the economic hit man'. Penimbunan, monopoli, sektor non halal, money laundring, pajak alat pemeras, bencana ekologis akibat ejsploitasi ugal2an dan praktek2 serakah dan buas ekonomi kapitalis lainnya.


Secara budaya, tampak rusaknya jatidiri manusia sebagai manusia. Free seks, Lesbian-gay-biseksual-transgender, broken home, rusaknya lembaga pernikahan, ancaman generasi yg hilang (lost generation) mengantarkan kenestapaan setingkat dgn kehidupan binatang.


Secara militer, pasca ambruknya Uni Soviet menjadikan Amerika Serikat sang single globo-cop (polisi tunggal dunia), menghajar semau2nya negara yg ditarget tanpa sepersetujuan PBB, membombardir Iraq 2 kali, Afghanistan dgn tuduhan palsu, mengontrol samudera dunia dgn 7 armada berkapal induk nuklir, hard power mnjadi berlaku kembali, pre-emprive strike melegalkan hajar dulu urusan belakangan, ancaman biological weapons, kekuatan dunia monopolar menjadi kekuatan nggegirisi adigang adigung adiguna dll menjadikan dunia tdk aman lagi.


Bidang2 lain juga sarat padat dgn polusi peradaban judeo-christiani kapitalistik. Krisis kemanusiaan adalah muara rusak dan fasadnya ideologi kapitalisme liberal.


Sebagaimana semua makhluk yg bersifat fana, kapitalisme sbg ideologi man made (buatan manusia) tentu akan fana dan rusak. Saat ini telah sempoyongan dan sekarat, sbg new sick man dan dying ideology. Pandemi cov-19 semakin membuat slow down ekonimi dgn kerugian miliaran dolar semakin menjungkalkan peradaban kapitalisme ke limbah sejarah peradaban manusia. Trend ambruknya peradaban kapitalisme sekuler liberal sdg menuju kehancurannya.[] Rif'an Wahyudi

Posting Komentar

0 Komentar