Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Dr. M. Rizal Taufikurrahman: "Indonesia Butuh Fokus Pada Pertumbuhan Ekonomi"

Dr. M. Rizal Taufikurrahman: "Indonesia Butuh Fokus Pada Pertumbuhan Ekonomi"

 

PKAD—Pusat Kajian Dan Analisis Data menggelar FGD # 45, dengan tema "Resonansi Ukraina & Tunda Pemilu", Sabtu (5/03/2020). Mengahadirkan para pakar diantaranya adalah Dr. M. Rizal Taufikurrahman, M.Si Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF.


"Akan terjadi beban pemerintah, karena dengan kenaikan harga minyak akan mempengaruhi APBN", ungkap Taufik melihat Rusia merupakan salah satu pemasok minyak terbesar di dunia.


"Minyak merupakan darahnya ekonomi Indonesia, kenaikan harga minyak, semua harga komodity di Indonesia naik", tambahnya. Hal ini karena Indonesia impor minyak salah satunya ke Rusia.


"Resonansi ini akan mendorong frekuensi ekonomi cukup besar", tegasnya.


"Apabila pemerintah tidak memiliki kebijakan yang tepat dikhawatirkan akan menggerus ekonomi kita", tanggapan beliau terkait resonansi Ukraina.


"Justru pemerintah harus merespon hal - hal seperti ini bukan fokus ke hal - hal yang lain"


"Gejolak ekonomi kalau tidak segera diantisipasi akan kehilangan momen", .Hal ini akan membuat gejala ekonomi lain yang semakin berat.


"Saya khawatir kondisi ekonomi kita ditekan oleh kondisi politik"


"Jika perang berkepanjangan akan mempengaruhi ekonomi secara global"


Rekomendasi beliau, "Fokus pada perbaikan ekonomi, jangan terdistorsi dengan isu - isu yang mengalihkan dari kinerja ekonomi".


Penutup dari beliau, "Pemerintah fokus saja perbaikan ekonomi, pemulihan ekonomi". Beliau berharap pemerintah tidak membuat kebijakan yang fokusnya tidak mengarah ke ekonomi.[]

Posting Komentar

0 Komentar