Home

Temukan Informasi Terkini dan Terpercaya di PojokKota.com: Menyajikan Berita dari Sudut Pandang yang Berbeda, Menyajikan Berita Terkini Tanpa Basa-basi! www.pojokkota.com

Liqo Syawal: Tokoh Jawa Timur Serukan Revitalisasi Ideologi Islam sebagai Solusi Problematika Bangsa


​SURABAYA – Ratusan tokoh umat, aktivis, dan pengemban dakwah dari berbagai penjuru Jawa Timur berkumpul di Ballroom hotel di Surabaya, pada Ahad (5/4) untuk menghadiri Liqo Syawal dan Diskusi Tokoh Umat. Pertemuan strategis ini mengangkat tema "Revitalisasi Ideologi: Menghantar Umat pada Kemenangan Hakiki" sebagai respons atas stagnansi kondisi sosial-politik pasca-Ramadhan 1447 Hijriah. Forum ini menjadi wadah konsolidasi pemikiran untuk menelaah kembali peran Islam dalam memecahkan problematika masyarakat yang semakin kompleks.


​Kondisi umat yang kembali pada rutinitas semula tanpa perubahan signifikan menjadi sorotan utama dalam pembukaan diskusi. Narasi yang berkembang menekankan adanya ironi di tengah kekayaan sumber daya alam Indonesia, di mana kemiskinan masih menjerat lapisan bawah sementara kalangan menengah dan atas terjebak dalam arus gaya hidup materialistis. Fenomena ini dinilai sebagai dampak dari hilangnya kesadaran kolektif untuk menjadikan Islam sebagai landasan perubahan yang hakiki dan menyeluruh bagi bangsa.

​Dalam pemaparan intinya, KH Muhammad Asrori Muzakki, menegaskan bahwa Islam sering kali hanya dipandang sebagai agama ritual semata, padahal Islam adalah sebuah ideologi yang sempurna. Merujuk pada konsep Nizhamul Islam, para tokoh membedah bahwa Islam memiliki Fikrah (konsep pemikiran) dan Thariqah (metode pelaksanaan) yang saling berkaitan. Islam tidak hanya memberikan aturan secara teoretis, tetapi juga menetapkan mekanisme negara dalam menjaga ketaatan warga serta menjamin distribusi kesejahteraan yang adil bagi seluruh rakyat.


​Lebih lanjut, Ustadz Sholahuddin Fatih memberikan penekanan tajam bahwa perubahan yang bersifat pragmatis tidak akan melahirkan kebangkitan yang sejati. Revitalisasi ideologi dipandang sebagai harga mati untuk menghidupkan kembali kesadaran umat agar bergerak menuju kemenangan yang diridhai Allah SWT. Para peserta diajak untuk memahami bahwa mengambil syariat Islam secara parsial tanpa menyertakan metodenya adalah sebuah kekeliruan yang mengakibatkan sempitnya kehidupan di dunia dan sanksi di akhirat.


​Acara ditutup dengan seruan untuk mengadopsi Islam secara Kaffah (menyeluruh) sebagai satu-satunya jalan menuju kemuliaan bangsa. Mengutip pesan Khalifah Umar bin al-Khaththab ra., forum mempertegas bahwa kemuliaan hanya akan diraih jika umat berpegang teguh pada Islam. Dengan semangat revitalisasi ini, para tokoh Jawa Timur berkomitmen untuk terus menyebarkan kesadaran ideologis demi terwujudnya negeri yang maju, mandiri, dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Posting Komentar

0 Komentar