Home

Temukan Informasi Terkini dan Terpercaya di PojokKota.com: Menyajikan Berita Terkini Tanpa Basa-basi! www.pojokkota.com

Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

Oleh :  Titin Kartini


Viral kasus demi kasus bullying di media sosial, mengiris hati, membuat geram siapapun yang melihat dan membacanya. Satu bulan ini tiga kasus bullying mewarnai pemberitaan media baik visual maupun audio visual lengkap dengan kronologi bahkan  video perundungan  tersebut viral sehingga masyarakat seluruh Indonesia dapat menyaksikannya. Di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah murid SD yang baru duduk di kelas dua meninggal dunia usai diduga dipukul dan ditendang kakak kelasnya ( bbc.com, 05/10/2026)


 Kasus bullying yang menimpa anak perempuan yang masih duduk di Sekolah Dasar, dan beredar di media sosial  dilakukan dua anak perempuan yang sudah duduk di Sekolah Menengah Pertama membuat geram masyarakat terjadi di Kawasan Flamboyan Bawah, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Oktober 2026. Dan kasus bullying mengiris hati pun  terjadi kembali, menimpa seorang anak disabilitas yang juga mengidap down syndrome dan cerebral palsy di Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, hingga meninggal dunia akibat dugaan perundungan dan penganiayaan oleh dua anak tetangga yang berusia di bawah umur (10 tahun dan 8 tahun) (cnnindonesia.com,19/10/2026).  


Marah, itulah perasaan semua orang tua ketika melihat, membaca kasus demi kasus perundungan yang terjadi sepanjang tahun ini. Data dari Kepolisian (Pusiknas Bareskrim Polri) sebagai berikut, pertama pada awal Februari 2026, tercatat sebanyak 267 laporan kekerasan terhadap anak hanya dalam 5 hari pertama (rata-rata lebih dari 50 laporan per hari).  Kedua, dari jumlah tersebut, sebanyak 28,52% pelaku masih berstatus pelajar atau mahasiswa, dengan rincian lokasi kejadian meliputi sekolah ,rumah, dan fasilitas umum.


Apa yang terjadi saat ini? Begitu mudahnya generasi-genarasi bangsa  melakukan kekerasan hingga melayangkan nyawa seseorang yang sebaya ataupun lebih kecil darinya. Ada apa dengan generasi bangsa saat ini? Sudah sedemikian parah berada dalam jurang kehancuran. Mau dibawa kemana bangsa ini? Jika prilaku generasi yang notabennya penerus estapet kepemimpin bangsa, jika mereka mudah melakukan kekerasan terhadap sesamanya atau yang lebih lemah darinya, bahkan tak segan menghilangkan sebauh nyawa manusia.


Inilah potret buram generasi saat ini, generasi lemah, generasi emosional, generasi nir empati. Tentu saja hal tersebut tidak tercipta dengan sendirinya, banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Keluarga, masyarakat, dan tentunya negara. Keluarga menjadi fondasi awal sebuah karakter anak tumbuh, bagaimana ia didik dan dipahamkan tentang akhlak dan perilaku yang sesuai perintah Sang Pencipta, bagaimana anak mempunyai hak dan kewajiban yang harus ia terima dan lakukan.


 Lingkungan masyarakat pun sangat mempengaruhi tumbuh kembang karakter seseorang, lingkungan yang hangat dan terciptanya rasa sayang, dalam arti ada amar makruf nahi mugkar yang berjalan di lingkungan masyarakat akan tercipta rasa saling asah saling asuh. Negara adalah penjamin utama tercitanya generasi emas peradaban, negara membentuk karakter generasi kuat dan Tangguh yang senantiasa taat pada perintah Allah dan Rasul-Nya. Negara menjamin keamanan generasi dari virus-virus perusak baik dalam bentuk tsaqofah, budaya, dan teknologi yang bertentangan dengan aturan agama (Islam).

 Negara juga tegas memberikan sanksi hukum bagi siapapun yang melanggar aturan, agar menjadi contoh bagi yang lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama.


Akan tetapi mustahil, hal tersebut dapat dilakukan dalam sistem kapitalisme saat ini. Dimana tatanan keluarga, masyarakat, dan negara sudah diambang kehancuran akibat sekularisme, dimana agama (Islam) hanya dijadikan sebagai aturan untuk beribadah saja, bukan mengatur kehidupan manusia dan imbas dari semua itu nasib generasi semakin buram dan bullying adalah salah satunya potret buram generasi sekuler.


Mari segera kita selamatkan generasi bangsa ini dari kehancuran, dengan segera menerapkan dan menegakkan hukum-hukum Allah Swt., menancapkan pemahaman akidah sedini mungkin dan menutup kran-kran budaya asing dari hulu hingga hilir. Stop bullying dengan syariat Islam yang menyeluruh (kaffah) disetiap lini kehidupan. Wallau a’lam.

Posting Komentar

0 Komentar