Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Akan ada gerbong khusus wanita pada jam-jam sibuk di MRT Jakarta



PT MRT Jakarta telah memutuskan untuk menunjuk gerbong penumpang khusus wanita selama jam sibuk.

Langkah ini bertujuan untuk mencegah kekerasan seksual.

Sekretaris perusahaan MRT Jakarta M. Kamaluddin mengatakan pada hari Selasa bahwa gerbong penumpang khusus wanita akan berada di urutan pertama kereta.

“Akan ada satu gerbong kereta yang didedikasikan untuk wanita. Kami akan menempatkan stiker untuk menunjuk gebong khusus wanita, ”katanya, wartakota.tribunews.com melaporkan.

Namun, gerbong khusus wanita hanya akan ditentukan pada jam-jam sibuk, dari jam 7 pagi sampai jam 9 pagi dan jam 5 sore. sampai jam 7 malam, karena MRT tidak diharapkan akan sepadat jalur komuter, katanya.

MRT Jakarta, yang beroperasi dari Stasiun Lebak Bulus Jakarta Selatan ke lingkaran lalu lintas Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat, diproyeksikan untuk melayani sekitar 65.000 penumpang per hari di 13 stasiun kereta api, sementara jalur komuter Jabodetabek mencatat 1 juta penumpang per hari di 79 stasiun kereta.

Jalur komuter menyediakan dua mobil penumpang khusus wanita per kereta di Jabodetabek.

"Tidak perlu eksklusif karena gerbong MRT luas di dalam, tidak seperti jalur komuter," katanya.

Langkah untuk menunjuk gerbong penumpang khusus wanita mengikuti survei di mana 58 persen responden mengatakan gerbong kereta khusus seperti itu diperlukan.

"Kami juga belajar dari [MRT] Tokyo di Jepang, yang menetapkan [gerbong penumpang khusus wanita] selama jam sibuk," tambahnya.

MRT Jakarta akan memulai operasi komersial setelah 24 Maret. (Sau/JPost)

Posting Komentar

0 Komentar