Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Akan ada gerbong khusus wanita pada jam-jam sibuk di MRT Jakarta



PT MRT Jakarta telah memutuskan untuk menunjuk gerbong penumpang khusus wanita selama jam sibuk.

Langkah ini bertujuan untuk mencegah kekerasan seksual.

Sekretaris perusahaan MRT Jakarta M. Kamaluddin mengatakan pada hari Selasa bahwa gerbong penumpang khusus wanita akan berada di urutan pertama kereta.

“Akan ada satu gerbong kereta yang didedikasikan untuk wanita. Kami akan menempatkan stiker untuk menunjuk gebong khusus wanita, ”katanya, wartakota.tribunews.com melaporkan.

Namun, gerbong khusus wanita hanya akan ditentukan pada jam-jam sibuk, dari jam 7 pagi sampai jam 9 pagi dan jam 5 sore. sampai jam 7 malam, karena MRT tidak diharapkan akan sepadat jalur komuter, katanya.

MRT Jakarta, yang beroperasi dari Stasiun Lebak Bulus Jakarta Selatan ke lingkaran lalu lintas Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat, diproyeksikan untuk melayani sekitar 65.000 penumpang per hari di 13 stasiun kereta api, sementara jalur komuter Jabodetabek mencatat 1 juta penumpang per hari di 79 stasiun kereta.

Jalur komuter menyediakan dua mobil penumpang khusus wanita per kereta di Jabodetabek.

"Tidak perlu eksklusif karena gerbong MRT luas di dalam, tidak seperti jalur komuter," katanya.

Langkah untuk menunjuk gerbong penumpang khusus wanita mengikuti survei di mana 58 persen responden mengatakan gerbong kereta khusus seperti itu diperlukan.

"Kami juga belajar dari [MRT] Tokyo di Jepang, yang menetapkan [gerbong penumpang khusus wanita] selama jam sibuk," tambahnya.

MRT Jakarta akan memulai operasi komersial setelah 24 Maret. (Sau/JPost)

Posting Komentar

0 Komentar