Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Khilafah di Tolak Karena Tidak Sesuai Kepentingan Mereka



Oleh : Adi Victoria
(Penulis & Aktivis Dakwah)

Rasulullah ﷺ melakukan dakwah  di Kota Makkah selama 13 tahun. Selama waktu tersebut, sedikit sekali dari kalangan kafir Quraysi yang mau memenuhi seruan Rasulullah ﷺ yakni beriman kepada Allah dan beliau sebagai Nabi yang di utus oleh Allah dengan membawa risalah Islam.

Menarik apa yang dituliskan oleh Ahmad Syalabi dalam kitabnya Al-Mausu’ah Al-Tarikh Al-Islamiyah Fi Ushul Al-Ushtha, salah satu dari 5 faktor yang menjadi penyebab ditolaknya dakwah Rasulullah ﷺ adalah faktor Masalah ekonomi.

Kedatangan Islam yang melarang pemujaan kepada patung dan semacamnya oleh orang-orang arab Quraisy sebagai suatu tindakan politik ekonomi yang akan menghancurkan usaha mereka.

Mereka sebenarnya mengakui kenabian Rasulullah ﷺ. Sebagaimana perkataan Abu Jahal kepada Akhnas,  ia berkata "Demi Tuhan, sesungguhnya aku telah mengetahui bahwa ia (Muhammad) adalah seorang yang benar, tetapi beratnya hatiku disuruh menjadi keturunan dari Abdu Manaf.”

Bahkan hal ini pernah dikatakan langsung oleh Abu Jahal kepada Rasulullah ﷺ.

عَنْ عَلِيٍّأَنَّ أَبَا جَهْلٍ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا لَا نُكَذِّبُكَ وَلَكِنْ نُكَذِّبُ بِمَا جِئْتَ بِهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى{ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ } حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ نَاجِيَةَ أَنَّ أَبَا جَهْلٍ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَلِيٍّ وَهَذَا أَصَحُّ

Diriwayatkan dari Ali bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Sesungguhnya kami tidak mendustakanmu, tapi kami mendustakan (agama) yang kamu bawa."

Lalu Allah Ta'ala menurunkan "Karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah" QS Al An'am: 33. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah mengabarkan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Sufyan dari Abu Ishaq dari Najiyah bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia menyebut seperti hadits di atas, tapi tidak menyebutkan; "Dari Ali." Dan ini lebih shahih (HR.Tirmidzi: 2990).

Begitu pula dengan dakwah khilafah yang sekarang ini semakin menggelora. Dibalik semakin banyaknya masyarakat yang menyambutnya,  di lain pihak,  juga ada pihak-pihak yang ingin menjegal dakwah ini,  walaupun mereka sebenarnya telah mengakui bahwa khilafah adalah ajaran Islam.

Sebagaimana adanya pengakuan dari mereka yang memgatakan bahwa khilafah adalah Islami (ajaran Islam),  namun tidak cocok di Indonesia.

Nah,  kalau kita ingin melakukan analisa secara mendalam,  sebenarnya penolakan terhadap khilafah adalah lebih kepada adanya rasa kekhawatiran terhadap kepentingan-kepentingan yang selama ini telah dimiliki.

Khilafah oleh Barat dianggap sebagai suatu  ancaman yang menakutkan bagi mereka. Sebab, ketika tegak, Khilafah akan menghentikan hegemoni Kapitalisme Barat atas dunia, yang akan mengganggu kepentingan mereka, khususnya dalam masalah politik dan ekonomi.

Sehingga dengan berbagai upaya mereka mencoba menjegal dakwah khilafah tersebut, salah satunya adalah melalui Penguasa boneka mereka di negeri tersebut.

Barat melakukan indoktrinasi paham sekular terhadap para penguasa di negeri-negeri Muslim. Akibatnya, negara tersebut tidak akan mau menjadikan Islam sebagai bagian untuk mengatur masalah dalam kehidupan bertatanegara. Akibat lebih lanjut, penguasa tersebut tidak akan membiarkan ide syariah dan khilafah berkembang di negeri tersebut.

Caranya adalah melalui pendekatan hukum atau Law Approach. Mereka membuat UU yang bisa menjegal usaha untuk menegakkan Khilafah tersebut. Sebagaimana yang sekarang terjadi.[]

Posting Komentar

0 Komentar