Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

PARADE TAUHID 2019 Mengusung Tema "Islam Selamatkan Negeri"


KIBLAT.NET, Jakarta – Ribuan umat Islam menghadiri acara Parade Tauhid 2019. Sejak pukul 08.00 WIB, peserta sudah memadati Bundaran HI dan mulai melakukan longmarch ke Istana melawati jalan Thamrin ke arah patung kuda. Hanya saja, akses jalan Merdeka Barat tepatnya di depan Dinas Pariwisata ditutup polisi menggunakan kawat berduri.

Karena ada kawat berduri tersebut, massa pun terkonsentrasi di Bunderan Patung Kuda. Dan di atas mobil komando, para orator mulai berorasi. Orator meminta peserta melakukan aksi dengan tertib, dan taat pada komando ulama.

“Kita menyuarakan kebenaran, menyuarakan yang hak. Kriminalisasi ulama terjadi, ekonomi memburuk,” ujar pembawa acara pada Sabtu (28/09/2019).

Menurut pantauan Kiblat.net, peserta aksi melengkapi diri dengan tongkat yang membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid. Tidak hanya bendera berwarna putih bertuliskan kalimat tauhid berwarna hitam, ada juga bendera hitam bertuliskan tauhid putih.

ketua panitia Aksi Mujahid 212, Edy Mulyadi dalam orasinya menyampaikan bahwa NKRI saat ini sedang sakit.
“NKRI sedang dijarah, dimaling oleh justru para pejabat kita. Orang-orang yang kita beri amanah untuk mengurus kita, tapi malah mereka sibuk mengurus dirinya sendiri,” ujarnya.
Di bawah mobil komando, para panitia yang mengenakan kaos hitam membagikan poster kepada peserta. Salah satu tulisannya adalah “Pemimpin Ngawur Lebih Baik Mundur”, “Selamatkan Indonesia dari Bahaya Liberalisasi Dan Bahaya PKI Komunis”.

Sebagaimana diketahui, Parade Tauhid yang seyogyanya diadakan Sabtu (28/09/2019) pagi di Senayan, berganti tema dan tempat aksi. Parade Tauhid ini menjadi Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI dengan titik kumpul Bundaran HI, peserta aksi pun akan melakukan Long march menuju Istana Merdeka.
Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Simak Highlight Parade Tauhid dalam video berikut ini :

Posting Komentar

0 Komentar