Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Dua Hal Yang Akan Menyelamatkan Indonesia


Sabtu 28 September 2019, Dalam aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI dengan rute Bundaran HI menuju ke Istana Merdeka sempat terdengar orasi yang menggugah dari salah satu orator.

Dalam penyampaiannya menyebutkan bahwa berkumpulnya mereka menggelar aksi Parade Tauhid adalah wujud kecintaan terhadap Indonesia.

"Kita hadir disini adalah karena kita cinta pada negeri ini, karena negeri ini adalah negeri kaum muslimin, negeri yang kemerdekaannya diperjuangkan Para Ulama dan Umat Islam."

Kemudian menjelaskan bahwa ada dua hal yang bisa menyelamatkan Indonesia dari koruptor dan para perusak negeri ini.

"Sehingga untuk menyelamatkan negeri ini dari para perampok, koruptop dan para antek-antek liberal maka kita membutuhkan 2 hal. Yang pertama adalah pemimpin yang amanah, taat kepada Allah Swt. Kemudian yang kedua kita membutuhkan sistem yang baik. Kita tidak cukup dengan orang yang baik, tapi sistemnya buruk. Sistemnya di dasarkan pada kapitalisme pada hukum jahiliyah."

"Maka Wallahi, persoalan negeri ini tidak akan pernah selesai, selama sistemnya bukan didasarkan pada sistem yang baik."

Selanjutnya, beliau bertanya retoris kepada para peserta yang hadir.

"Dan apa sistem yang baik itu saudaraku? Sistem apa yang baik saudaraku? Apa yang harus kita terapkan? Yang harus kita terapkan adalah Syariah Islam, inilah sistem yang baik, sistem yang berasal dari Allah Swt."

Kemudian orasi ditutup dengan membacakan ayat suci Alquran. Simak selengkapnya dalam video berikut.

Posting Komentar

0 Komentar