Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Babak Akhir Persidangan Gus Nur


LBH PU News - Surabaya. Setelah melalui proses berbulan-bulan, mulai dari dakwaan, penghadiran saksi fakta dan keterangan ahli, pembacaan tuntutan oleh JPU, pledoi/pembelaan terdakwa, replik dan duplik, sampailah saat pembacaan putusan/vonis hari ini jam 10 (17/10) di Pengadilan Negeri jl. Arjuno Surabaya.

Gus Nur (Sugi Nur Raharja) dituntut 2 tahun hukuman penjara dari tuntutan maksimum 3 tahun dalam perkara pencemaran nama baik. Akankah putusan hakim hari ini benar-benar menegakkan keadilan?

Hari ini masyarakat luas ingin mengetahui hasil akhir persidangan, sehingga jamaah dua kubu akan memadati kawasan jl. Arjuno tersebut. Aparat keamanan tentunya sigap mengantisipasi potensi gesekan yang mungkin terjadi. Mengingat pada kejadian sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya sempat meredam insiden pemukulan kepada salah satu laskar FPI. Hari ini praktis tidak akan terlihat oknum berseragam ormas, sebagai salah satu kesepakatan sebelumnya.

Gus Nur sebagai tokoh Nasional yang aktif membuat vlog dan meng-uploadnya di channel youtube, telah memiliki banyak liker dan muhibbin. Terlepas dari sebagian orang lainnya yang tidak menyukai gaya Gus Nur Raharja yang lugas, bloko-suto, frontal dan berani. Dialek Surabayan Gus Nur telah mendapat tempat di masyarakat Arek Kota Pahlawan. () rif

Posting Komentar

0 Komentar