Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Inilah Bukti Khilafah adalah janji Allah dan Bisyarah Rasul SAW Yang Pasti Terwujud

Penaklukhan Kota Konstantinopel, Bukti Khilafah adalah janji Allah dan Bisyarah Rasul SAW Yang Pasti Terwujud.


Gresik. 15 Januari 2020. Pengajian rutin Majelis Taklim As Salam Gresik dalam rangka memperingati peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam yakni penaklukan kota Konstantinopel. Acara tersebut dihadiri 500 lebih jamaah yang hadir.

Jamaah yang hadir adalah bapak – bapak dan ibu – ibu, dari beberapa elemen masyarakat baik kalangan mubaligh, praktisi pendidikan, tokoh masyarakat bahkan para buruh dari kota Gresik dan sekitarnya.  Sehingga nuansa acara begitu semarak dan membekas dalam benak jamaah yang hadir.

Nampak diantara jamaah yang hadir, Kyai Adam Cholil, Kyai Muhammad Haris, M.Pd.I, Ust. Abdul Latief, S.Pd.I Ust. Assad Abu syu’la, dan Praktisi pendidikan dan berbagai elemen lainnya.

Menurut salah  satu jamaah yang hadir, Bapak Muhammad Ruskan seorang pengusaha kuliner. Acara kajian ini sangatlah penting karna tema yang dibahas adalah peristiwa penting dalam sejarah peradaban islam. Kehadiran  beliau bersama keluarganya untuk menambah ilmu sekaligus menanamkan pemahaman kepada anaknya agar memiliki mental penakhluk dan pejuang sebagaimana Sultan Muhammad Al Fatih. Sehingga beliau rela meluangkan waktu, bahkan menutup restonya meskipun di hari kerja effektif.

“Para narasumber dan materi yang dikupas sangat spesial untuk menyadarkan jamaah yang hadir. Peristiwa Penaklukan Kota Konstantinopel mengingatkan kembali jati diri kaum Muslimin sebagai bukti pertolongan dan janji Allah SWT untuk memenangkan Agama-Nya”. Terang Bapak kamal Abu Ammar Seperti halnya, Jamaah lainnya.

Kyai Adam Cholil selaku narasumber pertama menyampaikan materi tentang kemuliaan islam dan kaum Muslimin. Kyai Abdul Aziz menjelaskan tentang janji Allah SWT dan Bisyarah Rasul SAW pasti terjadi. sedangkan Ustad Abdul Latif memaparkan tentang pentingnya Jihad dan Institusi Khilafah dalam penyebaran Addinul Islam dan Risalah Rasul SAW. Serta  Kyai Muhammad Haris menceritakan biografi dan Sosok Sultan Muhammad Al Fatih dan semangat para pasukannya serta hikmah dari penakhlukan Kota Konstantinopel.

Setelah narasumber menyampaikan materi. Acara diakhiri Sebelum sholat dhuhur dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Farhan Abdul Hamid. Serta dilanjutkan foto bersama dan ramah tamah untuk merekatkan silah ukhuwah diantara jamaah yang hadir.()

Posting Komentar

0 Komentar