Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Bersatu Melawan PKI Gaya Baru di Tahun 2020.

FGD PKAD #10: Bersatu Melawan PKI Gaya Baru di Tahun 2020

PKAD—Ideologi komunisme terus bermetmorfosa. Geliatnya tampak saat ini menemukan momentumnya setelah bisa memasuki jajaran pemerintahan. Banyak kalangan merasa khawatir dan resah. Negeri dengan mayoritas Muslim ini tidak ingin mengulangi tragedi kelamnya di bawah bayang kekejian komunisme. Untuk itulah, Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) menggelar Diskusi Online via Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube. Lebih dari 8.100 viewers menyaksikan bersamaan diskusi dengan tema “Bersatu Melawan PKI Gaya Baru di Tahun 2020?”, Sabtu (26/9/2020).


Dr. (Cand) Anton Permana (Tan Hana Dharma Mangrva Institute) mengetengahkan bahwa sejarah PKI sudah final sebagai sejarah kelam bangsa Indonesia.

“Kita tidak ingin terulang lagi. Secara prinsip musuh utama kita PKI gaya baru. Mereka bangkit lagi. Seperti contoh PKI membonceng reformasi dengan meruntuhkan orde baru. Setelah reformasi mereka amandemen UUD, memisahkan TNI POLRI, pisahkan pusat dengan daerah, membuat momok ABRI dan Orde Baru yang menakutkan.


Tak hanya itu, PKI kuasai media dengan sihir liberalisme dan sekularisme sehingga umat ini jauh dari Islam. Gerakannya sistemis masuk ke kekuasaan dengan merubah kurikulum dan secara politik menghegemoni politik. Akhirnya masuk ke istana.


Upaya perlawanan kepada PKI harus dilakukan dengan cara-cara luar biasa.


“Ini tidak bisa ditangani dengan cara biasa. Harus melawan kontra PKI. Lebih berbahaya lagi neo-komunis ada negara induknya yaitu China yang ingin menguasai negara ini. PKI ujung tombak di depan, PKC sebagai bagian global. Adapun di tengah ada proxy yang dibina dan didik di Indonesia,”jelas Anton Permana.


Terdapat tiga usulan untuk melawan neo-PKI di tahun 2020, di antaranya:


1. Penyadaran. Informasi bisa mengendalikan persepsi. Maka tidak boleh kalah dalam perang opini. Dengan RUU HIP dan BPIP menjadi fakta bahwa mereka berupaya mengganti Pancasila.

2. Pemahaman dengan ilmu untuk menghadapi. Bikin pengkaderan, buku, diskusi, dan lain-lain.

3. Mengaktivasi sebuah gerakan yang teritegrasi karena yang dilawan tidak bisa dianggap remeh. Bikin basis dan pertahanan poros gerakan.


Lebih jelas lagi, Pakar Sejarah PKI, Prof. Aminuddin Kasdi membeberkan sejarah kelam PKI. Banyak peristiwa yang.. baca selengkapnya. Page 2

Posting Komentar

0 Komentar