Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Deklarasi KAMI dibubarkan, Gatot: Jangan Marahi Pendemo yang Sedang Cari Uang!


Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo


Jakarta, law-justice.co - Mantan Panglima TNI yang juga Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo mengaku tidak terusik dengan aksi demonstran yang mengganggu dan berujung pembubaran acaranya di Gedung Juang 45 Surabaya, Senin 28 September 2020 kemarin.


Bahkan Gatot tidak marah saat pidatonya di Graha Jabal Nur, Jambangan, Surabaya, yang menjadi tempat para ulama dan habaib berkumpul sebelum ke Gedung Juang 45, dihentikan oleh seorang aparat.


“Aparatur ini melaksanakan tugas, KAMI mengutamakan mayoritas, jangan marah sama aparat karena ini bawahan yang disuruh atasannya,” tegasnya di Masjid Assalam Puri Mas Surabaya.


Terkait aksi sekelompok orang yang menamakan diri Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA), Gatot meminta pendukung KAMI tidak marah. Sebaliknya dia mengajak untuk bersyukur lantaran kehadiran KAMI membawa berkah untuk KITA.


Dalam hal ini, mantan panglima TNI tersebut berkeyakinan bahwa mereka yang mendemo KAMI mendapat bayaran.


“Karena yang demo di sana karena kehadiran KAMI akhirnya ada demo. Demo kan dibayar. Dalam ekonomi susah seperti ini, ada rekan-rekan yang kesulitan dan ada tawaran yang diterima," katanya.


Dia lantas membandingkan dengan para pendukung KAMI yang datang berbondong-bondong ke Gedung Juang 45 dengan merogoh kocek pribadi. Artinya, secara ekonomi KAMI lebih baik.


“Maka semua saya ajak berdoa agar semua yang demo di Jabal Nur dan Gedung Juang 45, kembali ke rumah masing-masing dengan selamat dan membawa uang sekadarnya untuk keluarganya," jelasnya.


“Jadi keberadaan KAMI menjadi berkah. Besok lagi kalau perlu demo yang banyak lagi. Berarti ada rezeki bagi rekan-rekan kita untuk demo. Jangan dimarahi,” tegasnya.


(Annisa\Editor)

Sumber : https://www.law-justice.co/artikel/94513/minta-ke-kami-gatot-jangan-marahi-pendemo-yang-sedang-cari-uang/

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Bagus jga nih beritanya msh hangat
    Alias Up to date.Berita tntng khilafah memang lgi ngetrend sbgai
    Info alternatif bgi umat Islam yg
    yg sdh melek politik&jgn lgi anggp
    bhwa politik itu kotor,tpi politik
    itu seni memerintah&mengatur rakyat,
    konon itu kata pintar yg kuliahan


    BalasHapus