Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Fajar Kurniawan di FGD 36 PKAD: IKN Dikerjakan Untuk Apa dan Siapa?

 


PKAD—Fajar Kurniawan selaku keynote speaker dalam [LIVE] FGD #36 Pusat Kajian Dan Analisis Data “Agenda Kotor Di Balik IKN - Ibu Kota Negara Baru??!!” mempertanyakan untuk apa dan siapa pemerintah bekerja. (Sabtu, 30/10/2021)


"Kengototan dan keras kepalanya pemerintah untuk terus melanjutkan proyek IKN (Ibu Kota Negara Baru) menjadi sebuah pertanyaan besar. Sebenarnya pemerintah bekerja untuk apa dan siapa?," ungkap retoris Fajar Kurniawan yang juga Analis Senior PKAD. 


Lanjutnya, "Proyek IKN diduga kuat sarat kepentingan politik. Padahal masyarakat mengharapkan adanya pemulihan sendi-sendi ekonomi." Beliau mengajak para narasumber yang hadir untuk ikut mengungkapkan motif dan apa saja di balik rencana seputar tema ini. 


Hadir narasumber yang beliau sebutkan diantaranya Ustadz H.M. Ismail Yusanto - Cendekiawan Muslim; Dr. Ahmad Yani S.H., M.H. - Anggota Baleg DPR RI 2009 - 2014; Dr. Marwan Batubara M.Sc. - Direktur IRESS; Dr. Refly Harun S.H., M.H., - Pakar Hukum Tata Negara; M. Hatta S.E., M.Si.- Pemerhati Ekonomi Makro; dan Edy Mulyadi - Wartawan Senior.


"Untuk itu, saya kira penting bagi kita mengungkapkan motif apa dan apa saja di balik rencana proyek IKN. Betulkah untuk pemerataan pembangunan ekonomi atau sesungguhnya ada motif lain di balik itu semua? Tentu yang diungkap ke publik sebagai bentuk proses penyadaran publik terkait tata kelola penyelenggaraan negara," tutur beliau.


Fajar berharap agar masyarakat mendapatkan informasi penyeimbang seputar tema ini. "Semoga bermanfaat bagi kita semua dan bisa disebarluaskan," ajak Fajar Kurniawan.[]

Posting Komentar

0 Komentar