Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Menanggapi Ormas Bentrok, Direktur Pamong Institute Minta UU Ormas Ditata Ulang Kembali



PKAD—Insight ke 105 Pusat Kajian dan Analisis Data Rabu (24/11/2021) mengupas masalah yang sangat hangat yakni "Ormas Bentrok Persatuan Bangsa Rontok?". Sangat menarik, Drs. Wahyudi Al Maroky, M.Si yang merupakan direktur Pamong Institute meminta UU Ormas ditata ulang kembali.


Drs. Wahyudi menyoroti bahwa "Ada tidaknya Undang-undang menjadi krusial karena dijadikan patokan untuk hidup bersama dalam bernegara". 


“Dalam sistem saat ini Demokrasi diserahkan pada segelintir orang sehingga kepentingan bermain,” imbuhnya.


Kemudian, "UU Ormas dapat digunakan untuk menggebuk oramas - ormas yang tidak sesuai dengan kepentingan politik penguasa", ungkapnya. 


Beliau menggambarkan ada lembaga yang mengontol terus Ormas seperti Kesbangpol. Ormas yang sesuai dengan kepentingan penguasa akan lanjut. Jika tidak sesuai akan dihapus bisa jadi dibubarkan, dicabut ijinya, karena dianggap Ormas Radikal dan intoleran.


"Ada narasi pemecah belah", ungkap Drs. Wahyudi. Beliau menggambarkan tidak hangat kehidupan bernegara. Atmosfer yang diciptakan untuk bersaing, tidak harmonis, tambahnya.


" Terjadi ketidakadilan", paparnya dalam menyoroti adanya Ormas berideologi pancasila yang boleh bermusuhan dan saling bunuh dibiarkan. Sedangkan Ormas Islam langsung dibubarkan.


Drs. Wahyudi berharap Undang - undang Ormas ditata ulang kembali, didudukkan kembali, tidak perlu menyudutkan Ormas Islam lagi.

Posting Komentar

0 Komentar