Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Viral !! Bapak Perhutangan Jadi Tranding Topic


PKAD--"Ada beberapa indikasi petunjuk menemukan Bapak perhutangan di Indonesia, yaitu dilihat dari utang Indonesia per Agustus 2021 yang tembus sampai 6.625 Triliyun Rupiah, dan pertambahan sampai Oktober sebesar 95,6 Triliyun". Kritik Ainul Mizan dalam Insight ke-97 Pusat Kajian Analisis Data (PKAD), pada Jumat (05/11/2021) di kanal Zoom meeting serta disiarkan langsung pada channel Youtube PKAD.


Ainul Mizan merupakan peneliti LANSKAP. Beliau menyempatkan untuk berbagi dan berdiskusi dalam forum PKAD bersama narasumber lainnya, yaitu Herry Mendrofa, S. Tr. Sos (Direktur Centre for Indonesia Strategic Actions-CISA). Para narasumber memberikan berbagai ulasan mengenai berita viralnya Bapak perhutangan di Indonesia. 


Ainul Mizan menyatakan keprihatinannya ketika Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan terkenal dengan julukan Jambrud Khatulistiwa malah memiliki utang yang menumpuk. Dan dari data Bank dunia, ternyata Indonesia berada di peringkat ke 7 sebagai negara pengutang terbesar di dunia.


"Utang menumpuk, Kesejahteraan rakyat minim, operasional kesehatan masa pandemi lambat, semua terjadi karena negara gak punya uang. Uangnya di korupsi oleh pihak-pihak yang menangani pandemi" tambahnya. 


"Jika individu saja yang berutang maka tidurnya pasti tidak akan nyenyak, seharusnya pejabat negara tidak bisa tidur nyenyak juga, karena utang negara yang menumpuk memberikan dampak buruk kepada masyarakat, seperti kenaikan harga sembako dll", cetusnya.


Bagaimana solusi negara keluar dari jebakan utang? Ainul Mizan menjelaskan bahwa untuk bebas dari utang negara membutuhkan kekuatan politik yang besar. 


Mizan menambahkan" Pertama, Indonesia yang mayoritas Muslim harus percaya diri dengan ideologi Islam. Kedua, Indonesia harus melihat akad-akad pengelolaan SDA, jika bermasalah maka di kembalikan kepada solusi Islam. Ketiga, Ketika negara memiliki utang maka yang di bayar hanya pokoknya saja, sedangkan bunganya tidak."


"Jika dengan Ideologi Islam solusi utang di selesaikan, maka InsyaAllah Negara tidak akan telilit utang kepada negara barat lagi", tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar