Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Emak-emak Menolak Penghilangan Minyak Curah dan Ini Tips Jitunya


PKAD-Direktur Muslimah Voice dalam [LIVE] Insight #109 Pusat Kajian dan Analisis Data bertajuk "Gerah Gegara Minyak Curah?" membagikan tips bagi para ibu di negeri ini. Tips tersebut ia ungkapkan seandainya kebijakan penguasa gegara minyak curah tetap diterapkan meski protes disana sini terjadi. (Jum'at, 3/12/21)


Endah Sulistiowati selaku Direktur Muslimah Voice mengawali dengan ungkapan, "Jadi ibu itu harus kreatif. Ibu bisa jadi ahli gizi, ahli ekonomi, juga ahli-ahli yang lain." Hal ini menjadi sebuah tuntutan juga bagi para ibu agar kokoh hadapi kondisi carut marut perekonomian negeri ini. Terlebih lagi pandemi entah kapan selesainya tidak dapat diketahui hingga 2 tahun ini.


"Jadi, kalau memang kondisi ini tidak bisa ditunda lagi dan harga minyak tetap tinggi, maka ibu harus memutar otak lebih bisa memanajerial keuangan dan gizi keluarga. Hal ini dilakukan karena harga tetap tinggi meski sudah diprotes sana-sini, peraturan menteri perdagangan diterapkan 2022," tuturnya.


Meski tidak semudah membalik tangan, cara memutar otak ini tak bisa dihindari. Endah pun memberikan tips agar ibu di negeri ini tidak hanya berpikir solusi untuk diri dan keluarganya saja tetapi juga update beragam permasalahan dengan solusi yang tepat.


Berikut saran dari Endah:


Pertama, ibu harus kreatif untuk mengolah makanan agar benar-benar tidak menghabiskan minyak yang berlebih. 


Kedua, ibu harus memanajerial keuangan lebih bagus lagi sehingga kebutuhan tercukupi. 


Ketiga, para ibu tidak boleh tinggal diam 'nrimo ing pandum'-mengikuti saja semua apa yang dikatakan penguasa. Suara emak harus tetap disuarakan agar kondisi seperti ini tidak terus berlangsung apalagi dalam kondisi pandemi.


Lanjut, ia menegaskan, "Harus ada kebijakan yang lebih bijak utamanya mendengarkan suara di kalangan bawah. Selanjutnya, ibu dan penguasa juga menyiapkan generasi agar negeri ini tidak kehilangan generasi terbaiknya."


Adapun tips yang menjadi pamungkasnya bagi ibu negeri ini hadapi kebijakan penguasa dalam beragam masalah kehidupan juga beliau sampaikan, "Jadi, para ibu harus tetap survive di dalam keluarga-rumah tangga, masyarakat bahkan mampu menyuarakan suara-suara dari bawah itu ke ranah publik," pungkas Endah Sulistiowati Direktur Muslimah Voice.[]

Posting Komentar

0 Komentar