Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Aziz Yanuar di FGD PKAD:”Maksimalkan Perjuangan dan Suarakan Kebenaran”



PKAD—Menanggapi persoalan kriminalisasi ulama, Aziz Yanuar menyampaikan terkait dengan proses dugaan kuat kriminalisas terhadap para aktifis maupun ulama, memang berseberangan pendapat dengan penguasa. Termasuk juga dengan mangkraknya serta tidak sesuai harapannya penyelesaian kasus KM 50.


"Maka saya sependapat dengan apa yang disampaikan oleh guru-guru kita tadi. Bahwa memang kita tidak boleh menghentikan ini dan kita harus maksimal dalam berjuang dan menyuarakan kebenaran ini," Uangkapnya dalam live diskusi FGD ke-42 Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD): Kriminalisasi Ulama Penistaan Agama dan Pembantaian 6 Syuhada, Sabtu (15/01/2022) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.


 Aziz mengungkapkan, menyuarakan kebenaran dengan apa yang memang Allah sudah sediakan sarananya. Dengan keilmuan maupun dengan kemampuan kita Masing-masing. Kemudian dalam menyadarkan semuanya, memang pertolongan itu akan datang dengan izin Allah. Bukan karena kemampuan kita.


"Jadi tugas kita memang hanya berusaha. Perjuangan milik kita, kezaliman biarlah milik mereka dan kemenangan itu hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala." Lanjutnya.


Aziz menuturkan, kita harus maksimalkan dari segala upaya dan dari segala Sisi. Baik dari advokatnya, baik dari pengamatnya, termasuk dari dari para ahli, dan dari medianya, kita harus suarakan, harus bersisik. 


“Karena yang kita punya antara lain ini, di samping dengan adanya upaya-upaya lain yang memang strategis. Ini harus tetap kita pelihara isu ini. Karena bagaimanapun juga kebohongan dan juga kebatilan yang terus-menerus disuarakan lama-lama akan menjadi pembenaran,”bebernya.


Kemudian ia menambahkan, jika yang batil saja konsisten, berani, kemudian juga percaya diri dengan kebatilan nya. Kita yang benar ini jangan sampai kita ciut, jangan sampai kita juga tidak percaya diri. 


“Juga dengan para netizen dan masyarakat luas. Karena kalau kita diam maka tidak menutup kemungkinan kalau kita akan menjadi yang berikutnya,”pesan pentingnya.[]

Posting Komentar

0 Komentar