Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Direktur LANSKAP Angkat Suara Tanggapi ‘Jawa Timur Nggak Miskin Lagi’



PKAD—Menanggapi laporan BPS soal penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur, Aminudin Syuhada' angkat suara.


"Pertama perlu kita luruskan ini yang turun itu angka kemiskinannya atau kemiskinannya?" Uangkapnya dalam live diskusi Insight ke-130 Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD): Pengumuman!! Jawa Timur Nggak Miskin Lagi, Jumat (21/01/2022) di YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.


Aminudin khawatir bahwa yang turun hanya angka kemiskinan tapi kemiskinannya naik. Ia menyampaikan, dirinya pribadi tidak bermaksud untuk apriori atau skeptis terhadap pencapaian rezim bu Khofifah di Jawa Timur namun secara umum Jawa Timur dikenal lemah soal data. Ia menambahkan, bukan berarti tidak tahu cara metodologi untuk mengolah data. Ia yakin teman-teman di BPS semua jago statistik.


"Tapi ketika angka-angka yang seharusnya jujur itu kemudian dimasuki oleh kepentingan politik itu angkanya bisa menjadi tidak jujur lagi." Lanjutnya.


Sebab kalau soal kemiskinan, jika kita memakai kacamata masyarakat, kalau dikatakan sudah tidak banyak orang miskin lagi berarti tidak akan ada lagi keluhan emak-emak, tidak akan ada lagi keluhan soal mahalnya harga sembako. Namun kita masih banyak mendengar di sosial media dan beberapa media yang di situ muncul keluhan-keluhan masyarakat terkait dengan daya beli, banyaknya kasus stanting, juga problem masyarakat yang terkendala dengan biaya berobat yang tinggi.


Hal ini belum ditambah dengan tingginya biaya pendidikan non pemerintah. Artinya kalau ada pejabat yang mengatakan angka kemiskinan menurun itu perlu di kroscek di lapangan. Aminudin menyampaikan, ia khawatir bahwa yang turun hanya angkanya saja di statistik, yang itu bisa diedit kapan saja oleh siapa saja oleh yang ahli. Tetapi tidak berbanding lurus dengan apa yang terjadi di masyarakat.


"Artinya saya masih meragukan ini karena tadi indikasi-indikasi riil di lapangan." Ungkapnya.


Karena kemudian masyarakat semakin dibebani dengan biaya kehidupan yang reguler. Aminudin menghawatirkan bahwa ini hanya sekedar data bukan fakta. Artinya data ini tidak mewakili fakta yang sebenarnya.[]

Posting Komentar

0 Komentar