Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Anggaran Jumbo Pemilu 2024 Di Tengah Sempitnya Ruang Fiskal Rakyat Indonesia



PKAD-Yusa' Farchan, S. Sos., M. Si menyampaikan di awal responnya bahwa anggaran pemilu 2024 sangat jumbo. Terlebih lagi keadaan fiskal sempit sekali diguncang pandemi covid-19. Yusa' Farchan selaku narasumber dalam [LIVE] Insight #139 Pusat Kajian Dan Analisis Data bertajuk "Bukan Main Anggaran Pemilu 2024 Rp.76 Triliun?". Beliau juga salah seorang pengamat politik Citra Institute. (Jum'at, 18/2/2022)


"Anggaran pemilu yang sangat jumbo. Angka yang sangat fantastik di saat ruang fiskal kita sempit sekali karena diguncang oleh pandemi covid-19," tutur Yusa' Farchan, S. Sos., M. Si.


Ketika anggaran pemilu fantastik maka dapat dimungkinkan beragam kekhawatiran muncul. Hal ini juga diungkapkan oleh pengamat politik Citra Institute,"Ketika anggaran ini sangat tinggi maka rawan sekali terhadap penyimpangan."


Itulah alasan Yusa' Farchan yang juga Kaprodi Ilmu Pemerintahan Univ. Sutomo mengharapkan teman-teman di KPU memiliki kepekaan fiskal.


"Teman-teman penyelenggara Pemilu sebagai garda terdepan. Teman-teman diharapkan memiliki kepekaan fiskal di tengah pandemi. Berhemat item-item yang tidak terlalu mendesak untuk dilakukan. Berapapun anggaran yang disepakati nanti kita harapkan tetap berbanding lurus dengan kualitas dan proses penguatan rekonsolidasi di negara kita," jelas beliau.


Pemilu serentak di negara ini masih mengalami eksperimentasi menurut pengamat politik Citra Institute ini. 2019 pemilu eksperimentasi serentak pertama.


"Pemilu serentak yang dimulai tahun 2019 memiliki banyak evaluasi. Namun, kita berharap eksperimentasi di 2024 pemilu yang dilaksanakan tidak hanya menjadi milik rakyat semua tapi juga mampu menghadirkan profil kepemimpinan politik yang benar-benar memiliki integritas dan mau memperjuangkan kepentingan rakyat banyak," pungkasnya.[]

Posting Komentar

0 Komentar