Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Faisal Basri: “Rezim Bangkrut Sebelum 2024 dan IKN Banyak Oligarki Berkepentingan

 


PKAD—Sabtu (29/1/2022) FGD Online #43 Pusat Kajian Dan Analisis Data (PKAD), mengupas masalah yang sangat krusial yakni "IKN Kenapa Harus Ditolak?". Menghadirkan enam pembicara yang kompeten, salah satunya adalah Faisal Basri, M.A, beliau adalah ekonom senior.


"Untuk rakyat saja belum beres, apalagi untuk dunia?", Faisal menyoroti impian Jokowi yang ingin menjadikan IKN sebagai ibukota terbaik di mata dunia. Menurut beliau impian tersebut terlalu tinggi.


"Midle income menjadi nyata, learning loss generaai, jantung perekonomian sakit, akan tetapi disuruh lari cepat", ungkap beliau. Menggambarkan kondisi Indonesia saat ini.


"Defisit Of Crisis And Sense Of Urgency", tambahnya. Hal ini lebih penting daripada sekedar mengejar upacara 17 Agustus di IKN baru.


Untuk siapa IKN ini? Laporan 13 LSM ada banyak Oligarki yang memiliki kepentingan disana."Akan ada kulminasi dari semua ini", tukas Faisal.


"Skandal - skandal akan banyak yang terungkap", imbuhnya. Hal ini karena akan ada yang membuka aib satu sama lain.


"Rezim Bangkrut Sebelum 2024", analisis beliau. Beliau memperkirakan tahun 2024 tidak ada kekuatan lagi.


"Tidak ada yang gratis", kata beliau. Semua oligarki yang membantu proyek IKN mendapatkan jatah sendiri - sendiri.

Posting Komentar

0 Komentar