Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Simak Rekomendasi Geolog Seputar IKN: Tolong Didasari Science, Akal Sehat Dan Kebenaran



PKAD- Dr. Ir. Andang Bachtiar MSc., salah satu geolog yang menjadi narasumber dalam [LIVE] Insight Spesial Pusat Kajian Dan Analisis Data bertajuk "IKN Dalam Timbangan Hankam Dan Geologi". Beliau mengungkapkan beberapa hal penting berkaitan dengan pindah atau tidak pindah ibu kota negara dari sisi geologi. (Jum'at, 4/2/2022).


"Layak atau tidak layak ibu kota pindah, geologi bukan penentu utama kelayakan," tutur Dr Ir Andang Bachtiar MSc.


Lanjut beliau menekankan pentingnya pendidikan kepada masyarakat. Beragam informasi terlebih berkaitan dengan kepentingan masyarakat memang memiliki arti penting. Masyarakat diharapkan nantinya akan mengetahui, memahami, mengawal dan mengingatkan pemerintah. Tentunya ketika ada hal yang tidak sesuai atau berbahaya bagi kebutuhan negara dan masyarakat.


"Pendidikan masyarakat penting. Mengawal dan mengingatkan pemerintah," tegas beliau.


Dr. Ir. Andang Bachtiar MSc. juga memberikan rekomendasi secara geologi berkaitan dengan IKN. "Kata kuncinya, jangan grasa-grusu. Tolong dong perencanaan detailnya kayak gimana di science, teknik (daya dukung fisik, bendung), biayanya secara ekonomi dibuka ke masyarakat.”


Beliau juga mengritik kebijakan pemerintah. Seolah penafsir kebenaran dari mereka. Padahal semua harus memiliki kajian dan dasar yang kuat.


“Kebenaran bukan satu-satunya dari pemerintah. Tolong lihat lebih detail daya dukungnya secara geologi. Tolong didasari science, akal sehat dan kebenaran. Semua ada kurang lebihnya tapi harus ditentukan juga daya dukung keuangan, politik, ekonomi, bisnis, daya imitigasi bencana geologi yang benar," pungkas geolog Dr. Ir. Andang Bachtiar MSc. []

Posting Komentar

0 Komentar