Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Menelisik Konflik Rusia vs Ukraina di FGD PKAD


Mencermati konflik antara Rusia dan Ukraina, Hersubeno Arief ( Jurnalis Senior dewan redaksi FNN ) memandang bahwa konflik ini bisa menjadi sumber perpecahan baru di Indonesia, ungkapnya dalam FGD ke-45 Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD) : Resonansi Ukraina dan Tunda Pemilu (sabtu, 5/02/22) di YouTube Pusat Kajian dan Analisa Data. 


"Adanya kampanye besar-besaran dimedia sosial yang dilakukan oleh Rusia dengan misalnya gambaran pasukan chechnya yang pro Rusia melakukan sholat berjam'ah dan mengucapkan takbir. Isu-isu ini sangat sensitif sehingga gampang di telan oleh publik di Indonesia dan menjadi sumber perpecahan baru,"paparnya. 


Lebih lanjut Hersubeno mengungkapkan bahwa dengan isu seperti ini akan muncul persepsi pada publik di Indonesia kalau Rusia itu pro Islam sehingga kita harus membela rusia, begitu pula sebaliknya. 


"Semestinya kita melihat konfilk ini secara proporsional. Ini merupakan konflik yang sangat serius bagi Rusia dan pilihannya memang harus menyerang dari sekarang sebelum Ukraina bergabung dengan NATO, karena AS dan sekutunya bisa menempatkan persenjataannya di Ukraina,"jelasnya. 


Selain itu menurut Hersubeno, yang menarik dari konflik Rusia adalah, Pertama sebagai ujian seberapa besar kekuatan atau daya tahan ekonomi Rusia dalam menghadapi blokade dan embargo dari negara-negara eropa. Kedua, resources AS saat ini terbatas karena negara-negara barat marah kepada AS terkait dana covid semacam jaring sosial yang tiba-tiba dialihkan oleh AS untuk dana perang di Ukraina, belum lagi ada problem pengungsi yang membanjiri negara-negara Eropa dan ini problem yang sangat serius bagi Eropa. 


Demikian hasil analisa Hersubeno Arief terkait konflik antara Rusia dan Ukraina.[]

Posting Komentar

0 Komentar