Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Waspada!! Negeri Ini Berpeluang Terancam Marxisme, Leninisme dan Komunisme Lagi



PKAD--Fajar Kurniawan selaku keynote speaker dalam acara [LIVE] FGD #47 Pusat Kajian Dan Analisis Data bertajuk "PKI Dan Underbownya, Antara Larangan Dan Peluang" menegaskan seharusnya umat Islam negeri ini mewaspadai peluang kebangkitan PKI dengan ajaran Leninisme, Marxisme dan Komunismenya. Hal tersebut diungkapkan sebagai bentuk kepedulian umat Islam akan masalah utama negeri ini. (Sabtu, 2/4/2022)


"Kebangkitan Neo-Komunisme ini bukan lagi sesuatu isapan jempol. Tetapi ini adalah sesuatu yang sudah manifes. Tentu kita semua sebagai anak bangsa utamanya umat Islam yang selama ini menjadi korban keganasan PKI maka harus waspada," tegas Fajar Kurniawan mengawali penjelasannya.


Lanjut, beliau sampaikan," Kita patut menyayangkan di tengah berbagai permasalahan yang terkait dengan pertahanan, keamanan dan banyak lagi termasuk terorisme, separatisme di Papua yang terus dilakukan oleh OPM. Hal kontroversial ini sebenarnya tidak perlu fokus. Seharusnya Panglima TNI berkonsentrasi pada masalah pertahanan dan menjaga kedaulatan pertahanan dan keamanan negara khususnya dari berbagai rongrongan organisasi terorisme OPM."


Fajar Kurniawan sebagai Analis Senior PKAD juga menambahkan," Tetap mewaspadai potensi kebangkitan dari paham Komunisme, Marxisme, Leninisme. Kita sebagai warga Indonesia tentu juga harus menjalin sinergi dengan berbagai pihak melawan segala bentuk rongrongan PKI dan ideologi Marxisme, Komunisme dan Leninisme ini. Kita sudah cukup merasakan kekejaman mereka. Oleh karena itu, kita seharusnya tidak memberikan ruang sedikitpun untuk PKI dan berbagai ideologi turunannya itu untuk tumbuh dan berkembang di negeri yang kita cintai ini."


Beliau pun mengingatkan bahwasanya negeri ini memiliki jumlah besar umat Islam. Karenanya tampak jelas perbedaan antara ajaran Islam dengan Leninisme, Marxisme dan Komunisme. 


"Negeri ini mayoritas muslim. Tentu ideologi turunannya PKI tadi kalau dibiarkan, pasti akan berbenturan dengan umat Islam. Secara teologis sudah berbenturan. Umat Islam berkeyakinan dengan adanya Tuhan yaitu Allah SWT. Sementara ajaran Marxisme, Leninisme dan Komunisme jelas-jelas menentang konsep ketuhanan," jelas beliau.


Jika lengah dengan pemberian ruang kepada PKI dan tiga ajaran turunannya, maka akan memberikan jalan bagi kembalinya ideologi yang berpuluh tahun kita jaga agar tidak kembali disebarkan di Indonesia ini. Fajar Kurniawan pun mengajak agar umat Islam utamanya di negeri ini untuk terus mengingatkan penguasa dan sadar waspada terhadap adanya peluang kebangkitan PKI dengan tiga ajaran turunannya.


"Oleh karena itu, umat Islam harus terus mengingatkan penguasa, menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa sekecil apapun upaya yang mereka siapkan maka kita lawan dengan kekuatan terbaik," pungkas beliau.[]

Posting Komentar

0 Komentar