Home

Temukan Informasi Terkini dan Terpercaya di PojokKota.com: Menyajikan Berita dari Sudut Pandang yang Berbeda, Menyajikan Berita Terkini Tanpa Basa-basi! www.pojokkota.com

Analis PKAD Sampaikan di Dialog Kebangsaan:”Politik Hari Ini Islam Diposisikan Sebagai Objek dan Ungkap Tiga Problem”

 



PKAD—Dalam Dialog Kebangsaan KAMI dan PKAD, Perwakilan dari Pusat Kajian dan Analisa Data Agus Kiswantono.S.T.,MT. Menyampaikan bahwa untuk menyelesaikan problematik umat Islam perlu solusi filosofi fundamental karena kalau tidak maka solusi yang ditawarkan akan bersifat pragmatisme. 


"Layaknya orang bangun tidur, apakah ini ada tembok atau lubang dia tidak paham. Apalagi sebagai seorang muslim apa yang dilakukan dan apa yang dihasilkan kadang-kadang bisa kohesif atau adesi (merekatkan atau memecahbelahkan),"ujarnya dalam dalam perspektif Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD) : Dialog Kebangsaan KAMI dan PKAD (Jum'at, 03/06/22) di YouTube Pusat Kajian dan Analisa Data. 


Lalu menurutnya, dengan komposisi muslim yang hampir 200 juta lebih ini, PKAD melihat bahwa dalam politik hari ini Islam selalu diposisikan sebagai objek yang dimanfaatkan kalaupun tidak dipinggirkan tapi tidak ditengahkan dan ini menjadi dinamika tersendiri untuk menyongsong 2024 ganti kepemimpinan. 


"Kalau seperti ini akan tipis sekali harapan umat Islam bisa mewarnai. Posisi umat Islam ini seperti diperlukan tapi tidak dipercaya, dimanfaatkan tapi setelah menang ditinggalkan dan ini yang kami cermati dari jelang turbulensi politik,"paparnya 


Lebih lanjut ia menyatakan bahwa, ada tiga problem yang sangat krusial yang perlu dipahami yaitu problem struktural, kultural dan keyakinan. Maka jika kita menginginkan menjadi negara yang besar, yang harus dipahami adalah kekokohan dari fundamental bangsa yang besar ini apakah rapuh atau kuat? 


"Seiring dengan terujinya suatu bangsa itu, maka bangsa itu akan menemukan jati dirinya. Nah, jati diri ini apakah sesuai dengan yang diyakini ataukah sesuai dengan apa yang mau dimanfaatkan (maksudnya terkait pragmatisme tadi)?,"tanyanya. 


Diakhir pernyataannya beliau menyampaikan, jika kita menginginkan menjadi negara yang besar maka kita harus menentukan apa yang akan kita letakkan sebagai tujuan bernegara kemudian mempersiapkan pondasi yang kokoh agar tujuan itu tercapai.[]

Posting Komentar

0 Komentar