Home

Temukan Informasi Terkini dan Terpercaya di PojokKota.com: Menyajikan Berita dari Sudut Pandang yang Berbeda, Menyajikan Berita Terkini Tanpa Basa-basi! www.pojokkota.com

Krisis Kemanusiaan di Gaza: Dampak Pemangkasan Anggaran UNRWA dan Perspektif Kemanusiaan dalam Islam

Oleh: Indha Tri Permatasari, S.Keb., Bd.

 

Sejak perang terjadi, lebih dari lima juta orang Palestina harus mengandalkan bantuan UNRWA untuk hidup. UNRWA sangat penting bagi mereka. Tapi sekarang, bantuan itu mungkin akan berhenti karena negara-negara yang memberi bantuan memutuskan untuk mengurangi dana UNRWA. Mereka bilang, beberapa staf UNRWA membantu Hamas dalam serangan pada 7 Oktober 2024.

 

Ini sangat berpengaruh bagi warga Palestina di Gaza. Lebih dari 27.000 orang sudah mati sejak Israel melakukan serangan besar-besaran. Kebanyakan yang mati adalah perempuan dan anak-anak. Sekarang, hampir 1,2 juta anak di Gaza butuh bantuan kesehatan mental dan psikososial.

 

Di Gaza, UNRWA adalah satu-satunya lembaga bantuan internasional yang masih bisa membantu. Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza harus tinggal di tempat penampungan UNRWA. Tapi sejak bantuan untuk UNRWA dikurangi, bantuan yang masuk ke Gaza juga berkurang. Sebelumnya, ada 500 truk yang masuk ke Gaza setiap hari, tapi sekarang hanya sekitar 200 truk.

 

Ini berarti anak-anak di Gaza bisa kelaparan dan mati. Bantuan yang seharusnya jadi harapan mereka kini terancam. Apakah negara-negara Barat sengaja melakukan ini karena mereka percaya pada tuduhan Israel tentang staf UNRWA yang membantu Hamas?

 

Tanpa memperhatikan penderitaan orang Palestina akibat perang, pengurangan bantuan untuk UNRWA bisa membuat penderitaan mereka bertambah. Secara tidak langsung, negara-negara Barat seperti AS ikut menyebabkan penderitaan rakyat Gaza. Mereka berhenti memberi dana, sehingga bantuan juga berhenti, dan akibatnya, orang Palestina bisa kelaparan dan meninggal dalam jumlah besar.

 

Tindakan ini menunjukkan bahwa Barat sebenarnya tidak peduli dengan kemanusiaan. Mereka hanya diam saja saat bantuan dipotong. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak punya rasa kemanusiaan. Padahal, UNRWA memberikan bantuan kepada Palestina yang mengungsi karena konflik dengan Israel. UNRWA diciptakan untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada orang Palestina.

 

Masalahnya adalah Israel yang melakukan kejahatan, tapi Barat malah mendukung mereka. Untuk menyelesaikan masalah ini, Barat harus menghentikan dukungan militer untuk Israel. Bantuan kemanusiaan tidak akan berguna jika Israel terus melakukan kejahatan. PBB juga tidak bisa berbuat banyak dalam menghentikan Israel.

 

Inilah masalah dengan kapitalisme. Barat mengatakan mereka peduli dengan kemanusiaan, tapi mereka juga mendukung Israel dalam melakukan kejahatan terhadap Palestina. Mereka memberi makan Palestina untuk bertahan hidup dalam perang. Yang bisa bertahan hidup akan hidup dalam kesulitan, dan yang tidak bisa bertahan akan meninggal.

 

Sangat berbeda dengan Islam yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Allah dalam Al-Qur’an mengajarkan bahwa derajat seseorang tidak ditentukan oleh ras atau golongan, tetapi oleh tingkat ketakwaannya.

 

1. Larangan membunuh sesama Muslim: Allah menegaskan bahwa membunuh seorang Muslim adalah dosa besar dan akan mendapat hukuman yang berat. Al-Qur’an bahkan menyatakan bahwa membunuh satu orang sama saja dengan membunuh seluruh umat manusia.

 

2. Larangan menzalimi dan menyakiti warga non-Muslim: Rasulullah mengajarkan bahwa menyakiti warga non-Muslim yang tidak memerangi umat Islam sama saja dengan menyakiti beliau sendiri dan Allah.

 

3. Etika dalam peperangan: Islam melarang merusak fasilitas publik, membunuh anak-anak dan wanita, serta menyerang musuh yang sudah menyerah. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjaga etika bahkan dalam situasi peperangan.

 

4. Tidak ada paksaan dalam memeluk Islam:

  Islam mengajarkan bahwa tidak boleh memaksa seseorang untuk masuk Islam. Orang akan memeluk Islam dengan kesadarannya sendiri jika diberi petunjuk oleh Allah.

 

5. Membantu sesama: Islam sangat menganjurkan untuk membantu orang yang kesusahan dan memudahkan urusan sesama. Rasulullah mengatakan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah menyenangkan seorang Muslim, mengatasi kesulitannya, menghilangkan laparnya, atau membayarkan utangnya.

 

Posting Komentar

0 Komentar