Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Ribuan Ulama Aswaja hadir di Garut tuntut Pemerintah Batalkan Proyek One Belt One Road (OBOR).


Ribuan ulama Ahlussunah wal Jama’ah serentak tuntut pemerintah batalkan kontrak proyek One Belt One Road (OBOR). Mereka berkumpul dalam acara Multaqo Ulama Ahlussunah wal Jama’ah di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Wanaraja, Garut, 12 Mei 2019.

Dalam acara ini, puluhan ulama silih berganti menyampaikan orasi berisi analisis politik berkaitan dengan proyek OBOR. Intinya semua ulama yang hadir dengan tegas menuntut pemerintah membatalkan proyek ini.

Ada dua sebab, proyek ini harus dihentikan, pertama, proyek OBOR adalah bentuk Kolonialisme China terhadap Indonesia, baik secara teritorial maupun ekonomi. Kedua, proyek OBOR jalan penyebaran faham Komunis masuk ke Indonesia. Sebagaimana yang dijelaskan oleh KH. Ali Bayanullah, Pimpinan Mahad Darul Bayan, Sumedang, One Belt One Road artinya Satu Ikatan Satu Jalan. China ingin menjamin rantai pasar produk china diterima oleh negara jajahannya. Bagaimana produk China dapat diterima? Mereka harus menguasai bahan baku, agar harga jual produksi murah. Bagaimana caranya? Agar lancar, dibangunlah infrastruktur, reklamasi dan MRT salah satunya. Bagaimana cara membangunnya? China beri utang yang begitu besar dan mereka pastikan utang tak bisa dibayar oleh negara jajahannya.



Ketika bahan baku telah dikuasai, bermunculan pengusaha-pengusaha gelap kemudian utang tak bisa dibayarkan, maka pengusaha lokal gulung tikar. Sejak itu, Tenaga Kerja Asing masuk, Komunis Atheis masuk ke dalam negeri.

"Maka Indonesia sudah tidak bisa menolak, terjajah dan masuk neraka", imbuhnya. Lebih lanjut ia bertanya, Maka ingin masuk surga? Tolak proyek OBOR!
Satu solusi untuk menghentikan penjajahan china adalah dengan tegaknya khilafah. Menolak China dengan mengandalkan demokrasi? Ibarat menunggu Ular memiliki bulu! Mustahil terjadi. (IW)

Posting Komentar

0 Komentar