Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

© Doni Riw: BELAJAR DARI PARA "RADIKAL"



Tak ada waktu tenang bagi aparat yang bertugas di Wamena dan Papua pada umumnya. Setiap detik adalah kewaspadaan. Setiap menit adalah pertarungan antar hidup dan mati.
.
Di Wamena, aksi massa melahirkan kengerian. Konon hanya karena dipanggil dengan sebutan monyet, para pelaku aksi sampai tega membalas dengan menyiksa dan membunuh manusia lain yang berbeda warna kulit.
.
Bisa jadi, mereka yang dibunuh oleh para perusuh itu, tak pernah memanggil para perusuh itu dengan sebutan monyet. Toh faktanya mereka hidup dan menghidupi Papua sekian lama.
.
Mungkin akan ada yang menyangkal dengan alasan bahwa persoalannya lebih dari sekedar panggilan yang monyet itu. Tetapi lebih pada perlakuan tidak adil oleh negara pada ras Milanesia.
.
Namun apapun alasan mereka, membunuh dan menyiksa warga sipil bukanlah tindak yang benar.
.
Sejenak, mari Kita tinggalkan Wamena dan terbang ke Jakarta. Di sana ada aksi massa dari para radikal, intoleran, dan bibit-bibit teroris.
.
Mereka mengibarkan bendera hitam berkaligrafi Arab. Menyeru pada syariat Islam dan Khilafah.

Aksi mereka kalem. Tak ada setitik darah warga sipilpun yang ditumpahkan. Para aparat terlihat berbaring santai. Sesekali terlihat menyeruput minuman dingin yang menyegarkan.
.
Nampaknya bangsa ini perlu belajar pada orang-orang yang disebut radikal dan intoleran itu. Bagaimana cara hidup bernegara yang baik, dan cara menyampaikan aspirasi yang santun.
.
Meski di tengah kesantunan itu pun tuduhan radikal dan intoleran tetap diluncurkan...
.
oleh mereka yang satu per satu tertangkap KPK.
.
Weleri 28919
@doniriw
t.me/doniriw_channel
fb.me/doniriwchannel
.
#BelajarDariParaRadikal #doniriw

Posting Komentar

0 Komentar