Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

BENARKAH AREK SUROBOYO dan BONEK MANIA WANI BELA MUSLIM UYGHUR?


© Mus'ab Ratausad

Rek, dimedia massa maupun sosial sangat gampang kita jumpai kebiadaban rezim komunis China melakukan tindakan brutal terhadap saudara se-Aqidah Islam disana. Baik itu di media WhatApp, Twitter, Instagram, Telegram, Youtube bahkan media massa nasional menyuguhkan bentuk audio visual kekejaman terhadap umat Muhammad SAW Uyghur di Xianjiang, China.

Berbagai upaya mengecam, mengutuk, melakukan nota protes China telah dan terus dilakukan. Namun nyatanya tidak ada langkah tegas dan solutif apalagi peran militer yang dapat menghentikan perlakukan kotor kepada kaum muslimin Uyghur di Xinjiang.

Tentang tindakan heroik yang dilakukan oleh Arek Suroboyo pada peristiwa 10 November 1945, rakyat Indonesia tak akan lupa akan sejarah perjuangan melawan penjajah Inggris dan para sekutu dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia.

Namun kini kita melihat betapa waninya arek Bonek dalam membela club kebanggannya yakni Persebaya dalam meraih gelar sebagai Juara sepak bola.

Kekuatan, kenekatan, keberanian, semangat juang dan kesolidan nampaknya harus ditunjukkan oleh Bonek Persebaya yang mewarisi semangat juang Bung Tomo dan Arek SUROBOYO untuk PEDULI melawan segala bentuk penjajahan dan tindakan brutal yang dilakukan rezim komunis China kepada saudara se-Aqidah.

Wahai BONEK MANIA.. apakah nyalimu hanya ditunjukkan untuk membela club besarmu semata, disisi lain ada saudaramu se-Aqidah yang MEMINTA PERTOLONGAN hingga kini tak mampu menggerakkan tangan, langkah dan gelegar suaramu untuk menyuarakan pembelaan diatas  jalan kebenaran? Kami rindu pekikan TAKBIR-mu saudara.

Wahai BONEK MANIA..
inilah momentum dimana keberpihakan kita tidak semata urusan materi, namun keberpihakan kepada kemanusiaan, keadilan dan persaudaraan hanya untuk meraih Ridho Allah SWT.

Wahai BONEK MANIA..  Pimpinlah masa pemuda untuk melakukan perlawanan sebagai sikap seorang muslim membela saudaranya yang tertindas. Inilah saatnya Wani-mu tak sekedar urusan lapangan, gelar dan ketenaran namun sudah layaknya Wani-mu kau tunjukkan untuk membela umat Rasulullah SAW. Maka sebagai penutup inilah sinyal dari baginda Nabi,

“Barangsiapa yang berusaha melapangkan suatu kesusahan kepada seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari suatu kesusahan di hari kiamat dan barang siapa yang berusaha memberi kemudahan bagi orang yang kesusahan, maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat" (HR Muslim)

#BonekWaniBelaUyghur
#BonekBersatuLawanKebiadaban
#BonekAksiBelaMuslimUyghur
#BonekCintaNabiCintaSyariah

Posting Komentar

0 Komentar