Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

KEMBALI KANTOR DPRD JATIM DIGERUDUK MASA, APA YANG MEREKA TUNTUT?


Surabaya - 13 Maret 2020 nampak ramai ribuan orang menggeruduk Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur di Jl. Indrapura No.1 Surabaya melakukan unjuk rasa.  Terlihat dari berbagai poster dan spanduk yang mereka bawa menyuarakan "Solidaritas Peduli Muslim India". Hal ini menyikapi dugaan terjadinya pelanggaran HAM terhadap minoritas Muslim di India.


Sekitar pukul 13.00 WIB tampak para peserta aksi mulai memadati area depan Gedung Kantor Wakil Rakyat tersebut. Massa yang berasal dari berbagai elemen umat Islam tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, tepatnya dari Pasuruan, Malang, Jember, Madiun dan Madura juga dari Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan berbagai wilayah lainnya. 

Masa aksi terlihat membawa bendera hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid dengan berbagai ukuran. Tampak pula bendera komunitas-komunitas Hijrah dan Forum Kajian Majelis Taklim. Diantaranya nampak bendera Forum Umat Islam Bersatu Surabaya, Forum Komunikasi Ulama Aswaja, Forum Aspirasi Rakyat, GAMAN, PMPI dan Lembaga Bantuan Hukum Pelita Umat serta banyak lagi komunitas-komunitas lain.

Dari Panitia Aksi disebutkan selain mengadakan Aksi perwakilan Tokoh dan Ulama yang hadir rencananya akan diterima oleh Perwakilan Komisi DPRD Provinsi Jawa Timur untuk melakukan audiensi soal Pelanggaran HAM yang di terima Muslim di India, yg dipicu Kebijakan diskriminatif rezim India.

Masih menurut panitia aksi, rencananya aksi akan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Saat ini Mobil komando sudah mulai memberikan instruksi kepada para peserta aksi, untuk tetap menjaga ketertiban agar tidak mengganggu pengguna jalan.

Salah seorang peserta berharap melalui aksi semacam ini akan menggugah mata dunia yang saat ini terdiam tidak bersuara atas semua penindasan yang terjadi di India. "Semoga ini akan menjadi pesan menggugah untuk dunia agar lebih peduli terhadap kaum Muslim di India yang mengalami intoleransi, diskriminasi bahkan violensi". Tuturnya


Sampai berita ini ditulis aksi unjuk rasa ini masih berlangsung, dengan agenda mendengarkan orasi dari para Orator yang bergantian membeberkan fakta-fakta kekejaman yang dilakukan oknum Hindu Radikal di India, seraya meminta pemerintah melalui tentara Muslim melindungi saudara-saudaranya yang tengah tertindas. [NAZ]

Posting Komentar

0 Komentar