Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Mereka Yakin inilah Solusi Konflik di India dan belahan bumi lainnya.

Setiap tanggal 3 Maret, umat Islam disegarkan kembali ingatannya akan sebuah institusi besar dalam sejarah umat Islam yaitu Khilafah.
Pada tanggal 3 Maret 1924 (bertepatan dengan 28 Rajab 1345 H), lebih dari 96 tahun lalu, Khilafah Islamiyah dihilangkan eksistensinya. Satu hari setelah peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw., seorang agen Inggris yaitu Mustafa Kemal la’natulLah ‘alath telah mengusir Khalifah Sultan Abdul Majid II dari Istana Dolmabahce. Dia pun secara resmi menghapus keberadaan institusi Khilafah Islamiyah.

Sejak saat itulah umat Islam terpecah dalam berbagai negara-bangsa. Masing-masing bangga dengan tanah air dan bangsanya. Masing-masing memutus tali hubungan persaudaraan sesama Muslim karena perbedaan tanah air dan bangsanya. Setiap negara-bangsa dipimpin oleh para agen Barat penjajah yang semakin menjauhkan umat dari Islam.
Sejak Khilafah diruntuhkan, tetes darah umat Islam terus tertumpah tanpa perlindungan dan pembelaan sedikit pun.
Dengan semua penderitaan dan darah umat Islam yang tertumpah di berbagai belahan dunia saat ini, umat makin membutuhkan Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Alasannya, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah saw.:
Imam (Khalifah) itu laksana perisai. Kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim).
Dengan kata lain, Khalifah adalah pelindung sejati umat. Apa yang disabdakan Rasulullah saw. di atas dibuktikan dalam sejarah antara lain oleh Khalifah Al-Mu’tashim Billah yang sukses menaklukkan Kota Amuriyah (di Turki), kota terpenting bagi imperium Romawi saat itu, selain Konstantinopel.
Al-Qalqasyandi dalam kitabnya, Ma’atsir al-Inafah, menjelaskan salah satu sebab penaklukan kota itu pada tanggal 17 Ramadhan 223 H. Diceritakan bahwa penguasa Amuriyah, salah seorang raja Romawi, telah menawan wanita mulia keturunan Fathimah ra. Wanita itu disiksa dan dinistakan hingga berteriak dan menjerit meminta pertolongan.
Menurut Ibn Khalikan dalam Wafyah al-A’yan, juga Ibn al-Atsir dalam Al-Kamil fi at-Tarikh, saat berita penawanan wanita mulia itu sampai ke telinga Khalifah Al-Mu’tashim Billah, saat itu sang Khalifah sedang berada di atas tempat tidurnya. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya seraya berkata, “Aku segera memenuhi panggilanmu!”
Tidak berpikir lama, Khalifah Al-Mu’tashim Billah segera mengerahkan sekaligus memimpin sendiri puluhan ribu pasukan kaum Muslim menuju Kota Amuriyah. Terjadilah peperangan sengit. Kota Amuriyah pun berhasil ditaklukkan. Pasukan Romawi bisa dilumpuhkan. Sekitar 30 ribu tentaranya terbunuh. Sebanyak 30 ribu lainnya ditawan oleh pasukan kaum Muslim. Sang Khalifah pun berhasil membebaskan wanita mulia tersebut. Sang Khalifah lalu berkata di hadapannya, “Jadilah engkau saksi untukku di depan kakekmu (Nabi Muhammad saw.), bahwa aku telah datang untuk membebaskan kamu.”
Semoga Allah SWT merahmati Al-Mu’tashim Billah. Begitulah seharusnya pemimpin kaum Muslim.
Bagaimana dengan para penguasa Muslim saat ini? Sekali lagi: Adakah di antara mereka yang berani menjadi “lelaki” meski hanya sehari saja? Tidak ada. Mereka semua tetap memilih menjadi banci! Padahal jelas, di hadapan mereka bukan satu jiwa Muslim yang dinista, tetapi ratusan ribu, bahkan jutaan, seperti yang terjadi saat ini di berbagai belahan dunia.
Alhasil, sekali lagi, Dunia Islam memang butuh Khilafah, juga seorang khalifah sebagai pelindung sejati kaum Muslim, seperti Al-Mu’tashim Billah.
Semoga saja umat Islam di seluruh dunia segera memiliki Khilafah, juga pemimpin pemberani yang mengayomi seperti Khalifah Al-Mu’tashim Billah. Khilafahlah yang akan menaklukkan Amerika, Eropa, Rusia, Cina dan India; menyatukan berbagai negeri Islam; menjaga kehormatan kaum Muslim; dan menolong kaum tertindas.
Insya Allah, masa yang mulia itu akan segera tiba karena memang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulullah saw. :
Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian (HR Ahmad).
Hanya saja, umat Islam sedunia tak cukup menunggu seraya berdoa. Diperlukan upaya dan perjuangan sungguh-sungguh kaum Muslim sedunia untuk menegakkan Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah agar segera terwujud kembali di muka bumi, dengan izin Allah SWT. []

Posting Komentar

0 Komentar