Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

JUBIR HTI: AYO PERSIAPKAN DIRI, KHILAFAH SEGERA TEGAK USAI PANDEMI


JAKARTA – Sebuah Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat (NIC), pernah melakukan pemetaan, tentang apa yang akan terjadi di 2020. Di antaranya, ternyata adalah prediksi tegaknya kembali Kekhilafahan Islam.

Setidaknya hal ini kembali diingatkan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), KH Muhammad Ismail Yusanto, saat menjadi pembicara ke-tiga, di sesi penyampaian Kalimatul Hikmah, dalam acara Liqo Syawal Ulama Aswaja (Ahlu Sunnah Wal Jamaah) dan Tokoh se-Kalimantan, melalui aplikasi pertemuan dalam jaringan, Ahad (21/06/20).

Kemungkinan tersebut ia tegaskan berpeluang besar terwujud, akibat beberapa fenomena yang terjadi saat ini.

Salah satunya, menurutnya adalah munculnya pandemi Covid-19, pada akhir 2019 lalu.

Serangkan makhluk sangat kecil tersebut, diyakini Jubir HTI, bisa mematikan peradaban Kapitalisme, apabila tidak segera dilakukan antisipasi oleh Amerika Serikat.

“Menurut Bapak Sosiolog Dunia, ada 5 faktor yang bisa menjadi pangkal runtuhnya peradaban, dan di antaranya adalah terjadinya bencana besar, atau peperangan,” kutip KH Ismail dari kitab Muqadimah Ibnu Khaldun.

Dan menurut KH Ismail, bencana tersebut sedang terjadi sekarang, berupa wabah virus corona, yang kemudian menimbulkan peluang bagi umat Islam untuk mengambil peran dalam perubahan mendasar.

“Kalau ibarat lari marathon, pesaing kita sudah ambruk di pertengahan jalan, belum tentu juga kita juara, apabila kita tidak mencapai finish,” ujar KH. Ismail beranalogi.

Untuk itulah KH Ismail terus menyerukan kaum Muslimin memperkuat ikhtiar, termasuk menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19. Memperkuat perekonomian, dan tentunya tetap menjaga kehandalan mental spiritual yang dimiliki ajaran Islam, agar senantiasa ikhlas dan ridha terhadap musibah yang menimpa.

“Penting bagi kita untuk mempunyai tanggung jawab. Mari kita bawa umat untuk menemukan kesadaran, ini peluang besar, jangan sampai kita belum siap, karena selain bertanggung jawab terhadap diri sendiri, kita juga mempunyai tanggung jawab membawa dunia ke arah lebih baik,” ajak KH. Ismail.

KH Ismail menambahkan, arah yang lebih baik tersebut, adalah menuju tegaknya Khilafah Islamiyah, yang pernah membawa rahmat bagi seluruh alam, seperti terjadinya masa keemasan selama 700 tahun peradaban Islam memimpin.

Liqo Syawal Ulama Aswaja dan Tokoh Se-Kalimantan 1441 Hijriah, diikuti ratusan peserta dari semua provinsi di pulau terbesar di Indonesia tersebut, yang juga disiarkan langsung melalui channel youtube Ulama Gurunda TV.

Posting Komentar

0 Komentar