Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

FILM JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA: Di antara Pro dan Kontra.


Setelah viral atas dugaan pencatutan Prof. Peter Carey dalam diskusi bertajuk "Launching Film Jejak Khilafah di Nusantara" sebagai di beritakan republika https://republika.co.id/berita/qejcne377/profesor-carey-klarifikasi-diskusi-jejak-khilafah-nusantara

Beredar luas tulisan Ustadz Kondang Salim A. Fillah di jagad media sosial. Dimana dalam tulisan tersebut berisi pernyataan sangkalan atas pencatutan nama Peter Carey dalam Film Jejak Khilafah di Nusantara.

Hal ini ditanggapi oleh Prof. Suteki dalam tulisan berikut ini :

Komentar saya atas "kegelisahan" Sdr Salim A. Fillah terkait dengan pembuatan Film Jejak Khilafah di Nusantara:

1. Ulama adalah mereka yang hanya takut kepada Alloh dan berani membela kebenaran dan keadilan atas kemuliaan ajaran Islam, termasuk khilafah. 

2. Jejak khilafah tentu banyak versi dan mesti ada verifikasi dengan berbagai pihak. Pro kontra pasti terjadi dan pembuat film hrs siap dengan segala risiko.

3. Hendaknya segala permasalahan bisa diselesaikan secara internal umat Islam sehingga tdk melebar ke mana-mana dan menjadi bola liar. Yang rugi juga umat Islam sendiri.

4. Tanpa Sdr Salim A. Fillah pun, Khilafah akan tetap menandai jejaknya bersama para pengemban dakwah yang gigih, tak kenal lelah dan kalah.

5. Orang Jawa bilang: YEN WANI OJO WEDI-WEDI, YEN WEDI OJO WANI-WANI.

Tabik...!!!

Pierre Suteki
Semarang, Rebon Pon: 5 Agustus 2020

Posting Komentar

0 Komentar