Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Pakar Sejarah PKI, Prof. Aminuddin Kasdi membeberkan sejarah kelam PKI

 FGD PKAD #10: Bersatu Melawan PKI Gaya Baru di Tahun 2020

Lebih jelas lagi, Pakar Sejarah PKI, Prof. Aminuddin Kasdi membeberkan sejarah kelam PKI. Banyak peristiwa yang digambarkan oleh beliau. Di antaranya upaya PKI meninabobokan umat Islam dan menghinanya.

1. Peristiwa Kanigoro 13 Januari 1965 itu para kyai, haji, dan guru ngaji distigma sebagai 7 setan desa. Tanah-tanah wakaf yang jumlahnya luas di Gontor dan Kediri mereka rebut. Padahal dikelola ponpes, masjid, dan sebagainya. Yang mengelola pimpinan NU setempat sehingga bentrok Banser, Anshor, dan PKI. 

2. Penistaan pada agama yang disalurkan dengan tontonan mereka. Misalnya ketoprak dan ludruk berjudul Matine Gusti Allah, Sunate Malaikat Jibril, Gusti Allah Sudah Tidak Ada. Kesemua ini menghina umat Islam

3. Angkatan kelima pertentangan TNI AD dan PKI yang mempersenjatai buruh dan tani. Ini ditentang Jenderal AH Nasution


Acara diskusi berjalan lancar. Terdapat komentar menarik di kolom Youtube dari Patta Bundu: “Sangat berharap materi FGD dari #1 sd #10 dibukukan untuk menjadi komsumsi masyarakat secara luas. Nashrun minallah...”. [hn]

Halaman sebelumnya (page 1)

Posting Komentar

0 Komentar