Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Diskusi PKAD Ke-16 Bahas Negara Otoriter, Tanda Bangkitnya Kekhilafahan Baru?

PKAD [16/01/2021]—Diskusi online yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) ke-16 sangat dinanti pemirsa. Pasalnya pembahasan temanya selalu menarik karena menyorot keruntuhan demokrasi dan munculnya otoritarian. Peristiwa yang terjadi pada anarkisme pasca pilpres Amerika Serikat dan konstitusi yang cenderung diktator di negeri ini, menarik untuk dikupas dalam tinjauan multi perspektif. 


Oleh karena itu, untuk yang ke-16 kalinya, PKAD pada Sabtu (16/1/2021) pukul 08.00 sd 11.30 WIB menyelenggarakan FGD Online bertema "THE OTORITARIAN STATE TANDA BANGKITNYA THE NEW CHALIPHATE ? Tinjauan Multi Perspektif" dengan Keynote Speaker, Fajar Kurniawan - Analis Senior PKAD. Begitu juga pembicara lainnya:


1. Victor Santoso Tandiasa S.H., M.H. - Kuasa Hukum Uji Perda Covid 

2. Ahmad Khozinuddin S.H - Advokat Aktivis Gerakan Islam 

3. Drs. Wahyudi Al Maroky M.Si. - Direktur Pamong Institute 

4. Budi Mulyana S.IP., M.Si. - Pengamat Politik Internasional 

5. Dr. Syahrir Nuhun Lc. M.Th.I - Pakar Hadits


Acara ini menjadi menarik dibahas karena melihat dari multi perspektif. Dari sisi politik, hukum, tata pemerintahan atau sistem politik, konstalasi internasional, dan syariah Islam. Diskusi seperti ini tidak hanya menggerakkan nalar, tapi juga menjadikan standar Islam sebagai sebuah pedoman penting. Bukankah Islam hadir sebagai solusi dari persoalan kehidupan.


Acara ini berlangsung secara online melalui zoom meeting dan live streaming You Tube. Pemirsa yang hadir menyaksikan sekitar 3000an, yang berasal dari seluruh Indonesia. Komentarnya pun beragam dan memberi dukungan pada acara ini yang merupakan upaya untuk pencerdasan umat.


Seperti yang dituliskan beberapa viewers sebagai berikut:


1) Ilham Siregar: Aamiin.... semoga terkabul janji Allah SWT selalu pasti


2) Dede Suryani: semoga Allah menurunkan keadillah langsung dari Allah.manusia SDH bingung menentukan dengan adil


3) Nisa Tkn: negara sibuk melindungi koruptor, mengkriminalisasi ulama, lupa mengedukasi rakyat ttg vaksin, malah pingin jalan pintas dg ancaman denda 5 juta bagi yg menolak #RezimBunuhDiri #BunuhDiriPolitik FIX!!


4) Taufik Hidayatullah: Benar-benar channel mencerahkan...


5) Salimuddin abuiza: Hanya aturan Tuhan yang dibawa para nabi dan rasul yang menjadikan dunia dan nyaman juga sejahtera


Acara berlangsung lancar dan mendapat atensi luar biasa dari semua kalangan.[hn]

Posting Komentar

0 Komentar