Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Ketika Kedzaliman Memuncak di Situlah Tanda Keruntuhan, Begini Analisis Pakar Hadits, Dr Syarhrir Nuhun

 


PKAD [16/01/2021]—Menghadirkan pakar hadits dalam FGD Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) ke-16 begitu kental dengan nuansa keilahian. Bayangkan, kejadian masa lampau dan yang akan datang ternyata telah digambarkan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. FGD dengan tema "THE OTORITARIAN STATE TANDA BANGKITNYA THE NEW CHALIPHATE ? Tinjauan Multi Perspektif" pada Sabtu (16/1/2021) Pukul 08.00-11.30 WIB.


Diskusi secara online itu juga menghadirkan pakar politik dan hukum, Dr Syaharir Nuhun Lc, M.Th.I, yang merupakan alumnus Al-Azhar Mesir mengingatkan semua yang hadir.


“Mensyukuri dua nikmat rasa aman dan tercukupinya kebutuhan pangan ini penting. Karena ketika ingkar maka Allah mencabut keduanya. Kemudian menimpakan bencana kelaparan dan ketakutan. ini seperti dalam Surat an-Nahl ayat 112, ”ungkapnya.


Sebagai pakar hadits yang telah memberikan kajian luas beliau menekankan bahwa apapun yang diucapkan Rasulullah SAW harus diimani. Hal ini berkaitan dengan keimanan seorang muslim kepada Allah dan Rasul-Nya.


“Hadits Nabi ada peristiwa kejadian di masa lalu dan peristiwa yang akan terjadi di masa akan datang. Seperti keruntuhan bangsa Persia dan Romawi. Awalnya banyak yang tidak percaya hingga banyak yang mencibir. Seiring berjalannya waktu apa yang disampaikan Rasulullah tersebut terbukti,”bebernya.


Berkaitan dengan pertolongan dalam perjuangan bagi seorang muslim, beliau memberikan resep manjurnya. Resep itu didasari dari kajian yang mendalam untuk ditadaburi umat Islam. Terdapat tiga hal penting terkait pertolongan Allah:


Pertama, setiap muslim hanya minta pertolongan kepada Allah SWT. Maka harus melipatgandakan doa-doa. Boleh jadi nushrah belum diturunkan Allah karena umat Islam belum berdoa dan bersungguh-sungguh dalam ikhtiyar.

Kedua, Allah akan berikan pertolongan apabila umat ini menolong agama Allah. Mengajak manusia bertaqwa dengan amar ma’ruf nahi munkar. Tanpa itu umat akan kehilangan identitas. Dakwah menjadi ciri umat Islam itulah yang membedakan dengan umat lain.


Ketiga, Allah menolong melalui perantaraan orang-orang beriman. Dakwah ini dilakukan secara kolektif dan berjamaah. Insya Allah kekuasaan yang Allah janjikan seperti Surat an-Nuur ayat 55 terwujud.


Kemudian beliau mengingatkan bahwa pertolongan Allah sangat dekat. Tidak ada setelah kesempurnaan sesuatu kecuali kekurangan.


“Kektika bulan purnama maka besoknya bulan berkurang kembali. Begitulah kedzaliman. Ketika kedzaliman mencapai puncaknya maka akan runtuh,”tegasnya.


Tegasnya pula, “Maka begitu pula kekuasaan diktator itu akan berakhir dan runtuh. Pada saat itulah kita mengharap kekuasaan dari Allah, serta sabar dalam perjuangan.”


Penjelasan Dr Syarhrir Nuhun menambah daya juang untuk terus mengharap pertolongan Allah SWT. Ini menjadi amunisi baru untuk pejuang yang terus istiqomah di jalan-Nya.[hn]

Posting Komentar

0 Komentar