Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Mardani Ali Sera: 3 Pesan Penting Kepada Umat dan 3 Rasa di Pemilu 2024 Nanti

 


PKAD—Dalam diskusi online Forum Group Discussion (FGD) ke-26. Acara ini digelar oleh Pusat Kajian Analis Data (PKAD) Sabtu, 26 Juni 2021 melalui channel youtube PKAD dan zoom. Mengangat tema “Wacana Jokowi Prabowo dan Masa Depan Politik Umat” yang tengah menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat. 


PKAD menghadirkan 6 pembicara yaitu; Dr. Refly Harun S.H., M.H. - Pakar Hukum Tata Negara, Dr. Mardani Ali Sera - DPP PKS, Dr. Ahmad Yani S.H , M.H. - DPP Masyumi, Dr. Masri Sitanggang - DPP PDRI, H.M. Ismail Yusanto - Cendekiawan Muslim, dan Ahmad Khozinudin S.H. - Advokat, Pengamat Politik. Acara ini dimaksudkan untuk memberikan pencerahan pada umat bagaimana agenda politik umat menjelang 2024.


Dr. Mardani Ali Sera, M. Eng mengawali pemaparannya bahwa Jokowi akan sampai 2024 dan dalam posisi yang sangat kuat untuk menjadi salah satu penentu. Walaupun kondisi ekonomi ekomomi Indonesia relatif berat, tetapi dengan PP 74 tahun 2020 mereka sudah membuat Lembaga Pengelola Investasi.


“Pemerintah seolah punya lembaga pendanaan sifatnya privat, tetapi dikuasai negara dan dijamin negara. Belum lagi dengan Perpu Covid 19. BI punya kewajiban jika negara kekurangan uang maka BI bisa membeli SBN,”urainya.  


Terkait partai-partai baru ia menyampaikan "Saya mendukung dan mendoakan berprestasi mendapatkan kepercayaan dan bisa sama-sama ta'awun. PKS mendukung sepenuhnya dan siap bekerja sama" 


Lebih lanjut ia memaparkan jika kondisi perpolitikan tidak lepas dari konstelasi pemegang kekuasaan. Jokowi mampu mengakumulasi kekuatan politik ditangannya dengan cukup mulus. Saat ini belum ada kekuatan oposisi yang dominan karena 84 persen dikuasai pensukung pemerintah tinggal Demokrat-PKS dan tidak banyak melakukan koordinasi.


Menurutnya Pemilu 2024 nanti Pemilu dengan 3 rasa, rasa pandemi, rasa resesi dan rasa suksesi oleh karena itu pemegang dana (sumber daya) akan berperan besar. 


Diakhir pemaparannya ia menyampaikan apa 3 hal yang yang harus dilakukan umat:

Pertama, semua harus menjaga bidang masing-masing agar satu suara satu barisan. 


Kedua, harus mulai dibangun jejaring para tokoh agar mau rendah hati jangan mau jadi presiden wakil presiden semua tetapi mulai mengerucut siapa figur yang akan dijadikan presiden. 


Ketiga, mulai menabung (berkorban) untuk pemilu 2024. Kita harus lebih pragmatis dengan mengajak kelompok nasionalis atau tradisionalis bersatu sehingga power sharing terjadi tetapi harus memutus dulu rantai oligarkhi yang sekarang bercokol. Semoga dengan 3 hal ini akan mendapatkan hasil yang terbaik di 2024. 


Acara ini ternyata mendapat sambutan antusias oleh masyarakat dengan ditonton ribuan warganet. Sukses selalu PKAD!![BK]

Posting Komentar

0 Komentar